Breaking News

Home / Opini / Tokoh

Senin, 22 Desember 2025 - 23:26 WIB

PONDOK PESANTREN Kapitalisme Gaya Baru

Kita sangat miris dengan kondisi pendidikan di Indonesia saat ini
Kenapa saya berkata begitu karena fakta dilapangan memang seperti itu
Cobalah bapak ibuk agak sesekali kamu bertanya kepada guru-guru, cleaning service, security, dan para pekerja lainnya di sebuah lembaga pendidikan Islam yang bernama Pondok Pesantren, dibalik bangunannya yang mentereng, biaya masuknya belasan hingga puluhan juta, SPP-nya jutaan perbulan, dan muridnya ratusan bahkan ribuan… Berapa kah gaji mereka terima perbulan? Jawabannya mungkin akan membuatmu emosi,marah, jengkel dan terdiam.

Dibalik Bangunan yang Menjulang, Penopang nya sangat Keropos.
Di balik kemegahan fisik sekolah yang fasilitasnya sekelas hotel berbintang itu, tersimpan rapuhnya kondisi ekonomi mereka yang bekerja di dalamnya. Yayasan seringkali lebih sibuk mempercantik gedung daripada memikirkan dapur,gaji dan kesejahteraan pekerjanya. Bangunan sekolah ditinggikan sampai ke langit, namun penopang utamanya “para guru dan staf” dibiarkan rapuh dan keropos karena kesejahteraan yang diabaikan. Mereka “dipaksa” tampil necis demi citra sekolah, padahal isi dompetnya tipis bahkan menjerit.

Baca Juga  Dinas Sosial Kabupaten Solok Serahkan Bantuan Tanggap Bencana Kepada Korban Puting Beliung Nagari Aia Dingin

Kenapa ketidakadilan ini bisa langgeng bertahun-tahun? Karena mayoritas lembaga pendidikan ini seolah menjadi “negara dalam negara” yang tak tersentuh radar pengawasan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Tidak ada yang mengecek apakah upah mereka layak atau jam kerja mereka manusiawi. Lebih parahnya lagi, tidak ada serikat guru atau serikat pekerja di dalamnya yang berfungsi sebagai “tangan pertama” penjaga keadilan. Posisi tawar mereka lemah; jika protes sedikit saja, ancamannya langsung pemecatan atau dianggap pembangkang.

Sekolah yang berada dibawah Kementerian Agama ini terkadang luar biasa kejam dan zalim terhadap para pegawai pegawainya. Bahkan ada para guru yang menerima gaji sekali 3 bulan dengan alasan DANA BOS belum turun.

IKHLAS BERAMAL
Jebakan Dalih “Ikhlas” dan “Ibadah” adalah kata kata yang sering diucapkan oleh pimpinan ketika memberikan pengarahan.
Ketika para pendidik ini mulai merasa tercekik kebutuhan, yayasan seringkali mengeluarkan senjata pamungkasnya: Dalih “ikhlas” dan “ladang pahala”. Kata-kata suci dijadikan tameng untuk menutupi ketidakadilan upah. Bandingkan dengan pabrik yang sering kita hujat sebagai simbol kapitalisme, di sana seorang tukang sapu bisa membawa pulang gaji UMR karena sistemnya jelas.
Di sini, Gelar sarjana seringkali dihargai jauh di bawah standar layak hidup, hanya karena label “pengabdian” yang dimanipulasi.

Baca Juga  Rakor TPPS Kabupaten Solok Tegaskan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting Menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Pendidikan Seharusnya Menjadi Teladan.
Sudah seharusnya lembaga pendidikan, apalagi yang membawa label agama, menjadi contoh utama bagi institusi lain dalam hal memanusiakan manusia. Jangan sampai kita sibuk membangun peradaban lewat gedung-gedung mewah, tapi justru mendzalimi mereka yang mengajarkan peradaban itu sendiri. Hak-hak pekerja bukanlah sedekah yang diberikan jika ada sisa, melainkan kewajiban yang harus ditunaikan sebelum keringat mereka kering.
Videl

Penulis :

Share :

Baca Juga

Opini

KETIKA POLITIK MENJADI TRENDING TOPIC

Daerah

Syafriadi Dilantikan Sebagai Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Solok Periode 2023–2027

Bencana Alam

Khairul Kalasa BPBD Kabupaten Solok Paparkan Strategi Mitigasi di Rakor Kehutanan Sumbar, Dalam Hadapi Ancaman Karhutla

Berita Utama

Bupati Solok Bermusyawarah Dengan Masyarakat Untuk Mengambil Langkah Strategis Proyek Panas Bumi di Batu Bajanjang

Opini

Media Sosial dan Politik: Informasi atau Manipulasi

Berita Utama

Sekda Medison Menyampaikan Tanggapan Pemerintahan Daerah Terkai Kisruh Alahan Panjang Resort

Berita Utama Daerah

Ketua Forum Jurnalis MOI Solok Angkat Bicara Pasca Pihak BAZNAS Kabupaten Solok Ancam Akan Polisikan Wartawan

Berita Utama

Bupati Solok Jon Firman Pandu Hadiri Tabligh Akbar PKKS di Pekanbaru