Breaking News

Home / Politics

Jumat, 19 Desember 2025 - 13:51 WIB

Mendagri: Pengibaran bendera putih di Aceh bentuk aspirasi

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian menanggapi pengibaran bendera putih yang tersebar di sejumlah wilayah Aceh. Dia berkata simbol itu merupakan aspirasi masyarakat dalam menghadapi situasi bencana di Aceh. Tito mengklaim pemerintah menerima kritik itu.

“Pemerintah mendengar, memahami berbagai kritik, masukan, dan sikap masyarakat,” kata Tito dalam konferensi pers tanggap bencana Sumatera di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat, 19 Desember 2025.

Tito mengatakan pemerintah meminta maaf bila masih ada kekurangan dalam penanganan bencana. Dia menyadari pemerintah kesulitan dalam menangani bencana karena medan cukup berat. “Memang kendala dihadapi cukup besar karena medan yang cukup berat ya,” ujar dia.

Baca Juga  Kekuatan Militer India vs Pakistan: Perbandingan Drone, Rudal, dan Senjata Lainnya

Meski begitu, Tito mengatakan pemerintah akan terus bekerja mengatasi berbagai kendala dan memperbaiki kinerja. Dia berjanji pemerintah secepatnya akan memenuhi kebutuhan darurat masyarakat terdampak bencana Sumatera.

“Uluran tangan dari masyarakat telah banyak membantu upaya tanggap darurat di Sumatera. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah tulus membantu masyarakat,” ujar Tito.

Pemasangan bendera putih itu terekam dalam foto yang diabadikan oleh fotografer Tempo, Ilham Balindra pada Senin, 15 Desember 2025. Dalam keterangan unggahan foto, bendera putih itu dipasang pada Rabu malam Desember 2025.

Masyarakat di Aceh mengibarkan bendera putih di sepanjang jalan lintas Sumatera tiga pekan pascabencana yang melanda Sumatera. Bendera itu dipasang di kayu yang ditancapkan di jalan penghubung Kabupaten Aceh Tamiang dengan Kota Langsa.

Baca Juga  Kebijakan Visa Perketat, Jumlah Mahasiswa Asing di AS Anjlok 17 Persen

Bagi masyarakat Aceh, bendera putih itu adalah simbol bahwa mereka telah menyerah untuk menghadapi penanganan banjir Sumatera. “Bendera putih adalah pertunjukan banyak hal, sekaligus rasa marah, frustasi, harapan dan tuntutan untuk diperhatikan selayaknya warga negara,” kata Muhammad Alkaf, warga asal Kota Langsa, Aceh, saat dihubungi pada Selasa, 16 Desember 2025.

Dian Rahma berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pilihan Editor: Kala Aceh Mengumpulkan Bantuan Asing untuk Korban Bencana

Share :

Baca Juga

Politics

Balas Serangan India: Pakistan Kerahkan 400 Drone, Perang Memanas

Politics

TNI Bubarkan Massa Perampok di Rumah Ahmad Sahroni: Situasi Terkini

Berita Utama

Wakil Bupati Solok Hadiri Launching Operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih Secara Virtual

Politics

Zohran Mamdani: Ambisi Politiknya Mengguncang New York

Politics

KPK Pastikan Proses Hukum Korupsi ASDP Transparan dan Profesional

Politics

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti Pidato Bahasa Indonesia di UNESCO: Kebanggaan Nasional!

Politics

Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Petani Sumringah!

Politics

Ustad Abdul Somad Klaim Gubernur Riau Abdul Wahid Tidak Terjaring OTT KPK