Breaking News

Home / Finance

Kamis, 13 November 2025 - 14:51 WIB

MEXC Foundation dan Triv Kolaborasi Tingkatkan Talenta Blockchain Indonesia

warta-kota.com JAKARTA. Ledakan ekonomi digital di Indonesia ternyata menyisakan celah kesenjangan. Menyikapi hal ini, berbagai inisiatif bermunculan untuk menjembatani kesenjangan tersebut, salah satunya dengan mengintegrasikan fondasi akademis yang kuat dengan keterampilan praktis di ranah blockchain.

Wujud nyata dari upaya ini adalah kolaborasi antara MEXC Foundation dan Triv, yang bersama-sama meluncurkan program inovatif guna memperkokoh ekosistem blockchain dan Web3 di Indonesia, dengan fokus utama pada pengembangan bakat-bakat lokal.

Kedua entitas ini sepakat bahwa Indonesia menyimpan potensi luar biasa untuk menjadi pusat pertumbuhan blockchain di kawasan Asia Tenggara. Potensi ini didukung oleh beberapa faktor kunci, yakni populasi muda yang terampil secara digital, tingkat adopsi teknologi yang tinggi, serta regulasi yang semakin mendukung inovasi.

Kristina Xu, VP MEXC Foundation, berpendapat bahwa Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar yang pasif, melainkan negara yang secara aktif membangun dan berinvestasi dalam teknologi mutakhir. Menurutnya, Indonesia berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan masa depan bagi industri blockchain global.

Baca Juga  Analisis Merger GOTO dan Grab: Catatan Lengkap Para Ekonom

Harga Bitcoin Terus Melemah, Analis: Masih Berpotensi Turun ke US$93.000

“Indonesia memiliki peluang emas untuk menjadi pusat blockchain dan Web3 di Asia Tenggara pada siklus yang sedang berlangsung ini, bahkan menjadi salah satu yang paling dinamis di dunia,” tegas Kristina pada hari Rabu (12/11).

Gabriel Rey, CEO dan Founder Triv, menyampaikan bahwa kemitraan strategis ini adalah cerminan dari bagaimana industri kripto di Indonesia mulai memberikan kontribusi sosial dan ekonomi yang signifikan. “Dahulu, industri kripto seringkali dianggap sebagai sesuatu yang meragukan, namun kini industri ini telah mampu memberikan dampak langsung yang positif bagi seluruh masyarakat di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Founder dan CEO CryptoWave, Goldwin Halim, menambahkan bahwa kolaborasi ini juga memegang peranan penting dalam meningkatkan literasi publik di bidang blockchain.

Dengan ekosistem yang memadai, Indonesia berpotensi besar untuk menjadi salah satu pusat talenta blockchain terkuat di Asia Tenggara. Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, yaitu kombinasi dari berbagai aspek.

Baca Juga  Harga Emas Antam dan Galeri24 Hari Ini: Turun Drastis!

Minim Sentimen Penggerak, Pasar Kripto Melemah di Akhir Pekan

Sebagai contoh, sumber daya pembelajaran berbahasa Indonesia masih terbatas, stigma “cepat kaya” yang melekat pada kripto masih kuat, dan jumlah role model lokal di bidang teknis masih sangat sedikit. “CryptoWave bertekad untuk mengisi celah ini dengan menyediakan edukasi yang kredibel, terstruktur, dan berbasis data,” jelasnya.

Sebagai bagian integral dari kolaborasi ini, MEXC Foundation dan Triv meluncurkan Future Innovators in Rising Economy (F.I.R.E), sebuah program beasiswa prestisius yang memberikan dukungan finansial berupa biaya kuliah penuh selama satu semester kepada 20 mahasiswa berprestasi dari 11 universitas mitra.

Selain bantuan finansial yang signifikan, para peserta program ini juga akan mendapatkan bimbingan langsung dari para ahli industri blockchain, akses eksklusif ke proyek-proyek inovasi, serta kesempatan untuk menjadi duta mahasiswa di jaringan Web3 global.

Share :

Baca Juga

Finance

Inilah Daftar Saham UMA yang Wajib Diketahui Investor!

Finance

IHSG menguat 0,42% ke 8.645 pada Senin (22/12), BUMI, INCO, ADMR top gainers LQ45

Finance

Shell Jual Bisnis SPBU: Bimo Wijayanto dan Djaka Budhi Bergabung Kemenkeu

Finance

Investasi SBN Domestik: Mengapa Pasar Tetap Menarik dan Faktor Pendorongnya

Finance

Barito Pacific: Bantah Rencana IPO Griya Idola dalam Waktu Dekat

Finance

BI Beli SBN Rp 270 Triliun hingga Akhir Oktober

Finance

Konflik Internal PSBS Biak: Pemegang Saham Mundur, Klub Kembali ke Bupati

Finance

Kimia Farma Jual Aset: Strategi Efisiensi dan Restrukturisasi KAEF?