Breaking News

Home / Finance

Sabtu, 24 Mei 2025 - 22:03 WIB

Konflik Internal PSBS Biak: Pemegang Saham Mundur, Klub Kembali ke Bupati

warta-kota.com – Owen Rahardian, pemegang saham utama PSBS Biak, telah mengambil keputusan penting untuk mengundurkan diri dari kepemilikan klub. Keputusan ini didasari oleh perbedaan pandangan internal dan mengakibatkan penyerahan kembali tim Badai Pasifik kepada masyarakat Biak.

Pengunduran diri Owen Rahardian dari jajaran pemilik PSBS Biak efektif setelah berakhirnya Liga 1 Indonesia musim 2024/2025. Pengumuman ini disampaikan sehari setelah PSBS Biak berhasil mencapai posisi sepuluh besar dalam kompetisi.

“Saya sangat bangga dengan pencapaian tim. Ini merupakan kali pertama PSBS Biak berlaga di Liga 1 dan berhasil finis di posisi 10 besar. Prestasi ini luar biasa dan saya merasa sangat senang atas kerja keras seluruh tim,” ungkap Owen dalam pernyataan resminya, Sabtu (24/5).

Owen menjelaskan bahwa keputusan mundurnya dilatarbelakangi oleh dinamika internal dan perbedaan pandangan antara pemegang saham dan manajemen.

Liga 1: Presiden Direktur PSBS Biak Undur Diri, Eveline Sanita Injayan Ungkap Masalah Telat Gaji dan Banyak Komplain dari Pemain

“Saya menilai, untuk musim depan, lebih baik saya mengambil jeda. Setelah berdiskusi dengan Pak Yan dan Pak Jimmy, kami sepakat untuk mengembalikan kepemilikan saham kepada pemegang saham sebelumnya, yaitu masyarakat Biak yang diwakili oleh Bupati dan Wakil Bupati,” jelasnya.

Baca Juga  DMO batubara bakal diperketat, cermati rekomendasi ADRO, ITMG, PTBA dan UNTR

Owen bukanlah satu-satunya yang mengundurkan diri dari PSBS Biak. Sebelumnya, istrinya, Evelyn Sanita Injaya, juga telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Direktur Badai Pasifik.

Owen meyakini bahwa mengembalikan kepemilikan saham kepada masyarakat Biak, yang secara resmi diwakili oleh Bupati dan Wakil Bupati, merupakan langkah terbaik untuk keberlangsungan PSBS Biak.

Owen menyatakan telah menandatangani dokumen pelepasan saham bersama Jimmy, dan kini hanya menunggu finalisasi proses dari Yan Mandenas. “Saya telah berbincang dengan Pak Yan dan Pak Jimmy, dan kami sepakat bahwa langkah mundur ini lebih baik untuk kebaikan klub,” ujar Owen.

Liga 2 Masih Belum Jelas, Persipura Jayapura Tetap Dekati Calon Sponsor PSBS Biak

“Kami telah mencapai kesepakatan untuk mengembalikan saham kepada pemilik sebelumnya. Saya dan Pak Jimmy telah menandatangani dokumen, dan kini tinggal menunggu Pak Yan menyelesaikan prosesnya. Waktu sangat terbatas karena persiapan musim baru dimulai akhir Juni,” tambahnya.

Baca Juga  AZKO (ACES) Merambah ke Kota Lapis Dua dan Tiga, Saham Menuju Rp550

Owen menegaskan bahwa keputusannya untuk mundur tidak berarti ia akan sepenuhnya meninggalkan PSBS Biak. Ia tetap akan memberikan dukungan kepada Badai Pasifik, termasuk menyiapkan anggaran khusus untuk musim depan.

Perusahaan Owen, Nusa Tuna, akan tetap memberikan dukungan finansial kepada PSBS Biak sebagai sponsor. Namun, ia menyerahkan sepenuhnya pengelolaan manajemen kepada struktur manajemen yang baru.

Persis Solo Bahagia! Sukses Kalahkan PSBS Biak dan Jumpa Legenda Timnas Indonesia Boaz Solossa di Jayapura

“Dari sisi sponsor, saya siap memberikan dukungan penuh. PSBS Biak akan selalu menjadi bagian dari diri saya. Nusa Tuna akan terus mendukung. Akan tetapi, untuk urusan manajemen, itu bukan lagi tanggung jawab saya. Saya berharap manajemen baru dapat segera menyusun rencana karena waktu menuju musim depan sangat terbatas,” tutup Owen.

Liga 1: Presiden Direktur PSBS Biak Undur Diri, Eveline Sanita Injayan Ungkap Masalah Telat Gaji dan Banyak Komplain dari Pemain


Share :

Baca Juga

Finance

Sentimen Pasar Mendukung: Kenaikan Harga Minyak Terbatas Hingga Akhir Tahun

Finance

Sukuk Ritel SR023: Investasi Aman dengan Kupon Menarik, Mulai Ditawarkan!

Finance

Data Mengejutkan: 184 Juta Password Google, Apple, Facebook Dibocorkan!

Finance

Investor Asing Banjiri Bursa Saham: Saham-Saham Unggulan Akhir Pekan

Finance

Harum Energy (HRUM) Gelontorkan Rp 837 Miliar untuk Buyback Saham

Finance

Pemerintah Raup Untung Rp8 Triliun dari Bunga Simpanan di Bank BUMN

Finance

BI Optimis: Ekonomi Indonesia Siap Melesat di Semester Kedua 2025

Ekonomi

Penolakan Pembayaran Uang Tunai di Era Digitalisasi