Padang, warta-kota.com|Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Imu Politik (STISIP) Imam Bonjol Padang menggelar studi di luar kampus. Studi tersebut dikemas dalam bentuk diskusi terbuka melalui forum ” Sikola Lapau ” pada Jumat,(29/06).
Secara bahasa “Lapau ” (warung /minang red ) bagi masyarakat Minangkabau adalah wadah dan tempat berkomunikasi antar sesama dalam mendiskusikan segala macam permasalahan termasuk dalam memutuskan suatu kesepakatan dan menyelesaikan suatu permasalahan. Biasa di masyarakat kita sering di sebut “Putuih rundiang di lapau kopi “.
Forum Sikola Lapau identik dengan warung dan suguhan sakarek kopi kerap digelar diberbagai tempat dan wilayah, sejumlah narasumber hadir dari berbagai kalangan, mulai dari Pejabat daerah, Politikus, Pemuka Adat dan kalangan umum.
Sikola lapau yang diinisiasi STISIP kali ini diikuti puluhan mahasiswa yang di laksanakan di sebuah lapau(warung) di Jalan Koto Tinggi Kota Padang Padang. Kegiatan tersebut di Pimpin langsung Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan STISIP Iman Bonjol, Yahya Krisnawansyah, S.AP, M.AP dan Mevrizal, S.H,.M.H sebagai narasumber dalam studi sikola lapau yang membahas berbagai topik masalah yang ada.
Menurut Yahya, dengan mengikuti kegiatan Sikola Lapau mahasiswa dapat menambah wawasan pengetahuan, karena di Sikola Lapau selalu membahas isu-isu terkini dengan konsep yang akademis sehigga ilmu yang diperoleh berbasis sumber yang tepat dan akurat, setiap materi yang dibahas dalam kegiatan Sikola Lapau selalu mengundang ahli yang berkompeten agar informasi ataupun ilmu yang di dapat bersumber dari prinsip akademis yang terpercaya. Tapi, sekarang di kalangan mahasiswa telah mulai hilang tradisi ini mengingat berpengaruhnya zaman modern, tambah Yahya.
Ia menambahkan kegiatan diskusi seperti ” Sikola Lapau ” dapat membentuk relasi yang banyak karena semua tukang ota yang di datangkan memiliki kompetensi dan kapasitas yang mumpuni, relasi ini bisa di manfaatkan seluas luasnya bagi urang lapau (peserta sekolah lapau) sehingga dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan, maota tapi indak gadang ota.( Abd21 ).
















