Breaking News

Home / Jember

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:29 WIB

Gus Fawait Pasang Target Besar untuk Direksi Baru Perumda Kahyangan

Jember, 14 Mei 2026 – Warta Kota.com

Pelantikan direksi baru Perumda Perkebunan Kahyangan menandai dimulainya babak baru bagi badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Jember. Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, menaruh harapan besar agar perusahaan daerah tersebut tidak sekadar mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga berperan langsung dalam pengentasan kemiskinan.

Dalam pelantikan direksi yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Gus Fawait menyebut Perumda Perkebunan Kahyangan memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah perkebunan yang selama ini identik dengan kantong-kantong kemiskinan.

“PDP salah satu BUMD yang kita andalkan. Karena bagi saya justru PDP ini lebih strategis. Bukan cuma urusan PAD, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” ujar Fawait.

Menurutnya, tantangan terbesar Perumda Kahyangan ke depan bukan hanya soal keuntungan perusahaan, melainkan bagaimana keberadaan perkebunan mampu menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.

Ia juga menyoroti latar belakang tiga direksi baru yang berasal dari kalangan aktivis. Menurutnya, karakter aktivis dibutuhkan untuk membawa perubahan di tubuh perusahaan daerah yang selama ini menghadapi berbagai persoalan internal.

“Ketiga ini adalah aktivis. Aktivis tidak boleh antikritik, harus berpikir out of the box, dan membuktikan kerja dengan data,” ucapnya.

Fawait menegaskan ukuran keberhasilan tidak boleh berhenti pada narasi maupun pencitraan semata, tetapi harus tercermin dalam capaian konkret. Ia mencontohkan indikator seperti pertumbuhan ekonomi, penurunan stunting, hingga angka kematian ibu dan bayi sebagai ukuran yang bisa diuji secara terbuka.

Baca Juga  Disdukcapil Jember Gelar Aksi Sosial di Tengah Antrean BBM

“Jangan cuma adu kata-kata, tapi adu data,” tegasnya.

Selain mendorong pembenahan internal perusahaan, Pemkab Jember juga tengah menyiapkan revisi peraturan daerah tentang BUMD. Revisi itu diharapkan membuka ruang usaha baru bagi Perumda Kahyangan agar tidak hanya bergantung pada komoditas perkebunan tradisional.

Fawait menyebut perusahaan daerah harus mampu menangkap peluang dari program pemerintah pusat, termasuk program MBG (Makan Bergizi Gratis), yang dinilai dapat membuka peluang pengembangan usaha baru.

“Mudah-mudahan revisi perda nanti bisa membuat PDP bukan cuma menyukseskan program kabupaten, tetapi juga ikut mendukung program pusat sekaligus menangkap peluang pengembangan usaha,” jelasnya.

Meski demikian, Fawait mengakui pembenahan perusahaan tidak bisa dilakukan secara instan. Ia menyebut tahun pertama kepemimpinan direksi baru akan menjadi fase memperkuat fondasi perusahaan.

“Biasanya setahun pertama itu memperbaiki fondasi. Tapi saya yakin tiga aktivis top ini bisa membawa PDP maju,” ujarnya optimistis.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan yang baru dilantik, Gogot Cahyo Barkoro, menyebut jabatan yang ia emban bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar di tengah kompleksitas persoalan perusahaan.

Menurut Gogot, salah satu tantangan utama yang dihadapi Perumda Kahyangan adalah pola manajerial perusahaan yang dinilai belum sepenuhnya terbuka. Kondisi itu, kata dia, berdampak pada menurunnya kepercayaan publik, karyawan, hingga pihak ketiga.

“Kami melihat manajerial Perumda Perkebunan Kahyangan ini masih belum sepenuhnya terbuka,” tuturnya.

Selain persoalan tata kelola, Gogot juga menyoroti rendahnya produktivitas tanaman dan belum optimalnya pemanfaatan aset perusahaan. Ia menilai Perumda Kahyangan perlu melakukan diversifikasi usaha agar tidak hanya bertumpu pada penjualan komoditas mentah seperti kopi dan karet.

Baca Juga  Gudang Tembakau PTPN 1 Regional 5 di Ajung Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp2 Miliar

Ia membuka peluang pengembangan produk kopi premium hingga sektor wisata berbasis perkebunan.

“Tidak hanya menjual green bean atau bubuk kopi, tapi juga harus mulai pengembangan produk specialty,” ujarnya.

Untuk sektor wisata, Gogot menyebut sejumlah potensi yang akan dikembangkan, termasuk akses menuju Air Terjun Tancak melalui kerja sama dengan Perhutani. Menurutnya, diversifikasi usaha penting untuk meningkatkan pendapatan perusahaan dalam jangka pendek maupun menengah.

Gogot juga menegaskan komitmennya menjadikan Perumda Kahyangan sebagai perusahaan yang sehat dan antikorupsi.

“Kami ingin Perumda Perkebunan Kahyangan menjadi perusahaan yang sehat, bersih, dan memiliki daya saing,” tegasnya.

Di sisi lain, ia menilai keberadaan perkebunan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, terutama para buruh dan warga yang tinggal di wilayah persil perkebunan. Gogot bahkan membuka kemungkinan pemanfaatan lahan tidur perkebunan untuk kebutuhan masyarakat, seperti pengembangan rumput pakan ternak.

“Kalau masyarakat sekitar merasakan manfaat keberadaan perkebunan, mereka juga akan ikut menjaga perkebunan,” ucapnya.

Terkait penguatan modal perusahaan, Gogot tidak menutup kemungkinan adanya kombinasi penyertaan modal daerah, akses pembiayaan perbankan, maupun kerja sama dengan pihak ketiga. Namun, menurut dia, seluruh langkah tersebut harus dihitung secara realistis dan berdasarkan kajian bisnis yang layak.

(Dang)

Share :

Baca Juga

Jember

Jember Fashion Carnaval 2025 Siap Digelar 8–10 Agustus, Angkat Tema “Evoluxion”

Jember

Gudang Tembakau PTPN 1 Regional 5 di Ajung Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp2 Miliar

Jember

Pemkab dan DPRD Jember Percepat Pembangunan, Sahkan P-APBD 2025

Jember

Buka Rute Jakarta–Jember, Gus Fawait Pastikan Kesiapan Bandara Notohadinegoro

Jember

Disdukcapil Jember Gelar Aksi Sosial di Tengah Antrean BBM