Pandeglang, warta-kota. com Seorang tukang ojek pangkalan Terminal Labuan bernama Tiarudin (41 tahun) menjadi korban pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan luka berat di bagian leher pada hari Sabtu dini hari, 27 Desember 2025, sekitar pukul 01.25 WIB. Kejadian terjadi di Kampung Cimenteng, RT 02/04, Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang- Banten.
Korban yang berdomisili di Kampung Tarogong, RT 07/03, Desa Margasana, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, saat ini sedang menjalani perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit Banten setelah menderita beberapa luka serius akibat peristiwa tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, pelaku awalnya meminta jasa ojek kepada Tiarudin dari pangkalan Terminal Labuan di Tarogong menuju wilayah Sumur daerah Ujung Kulon. Setelah tiba di Kecamatan Sumur, pelaku kemudian mengarahkan korban untuk melanjutkan perjalanan ke Kampung Cimenteng, Desa Tamanjaya. Di lokasi tersebut, pelaku langsung melakukan serangan dengan mendorong korban dan diduga menggunakan pisau cutter untuk menggorok bagian leher depan korban.
Setelah kejadian, korban yang masih memiliki kesadaran segera meminta pertolongan kepada warga setempat bernama Samaun (50 tahun), seorang petani yang tinggal di Kampung Cimenteng. Samaun kemudian membawa korban ke rumah RT Kampung Cimenteng milik Sarian untuk mendapatkan perawatan pertama. Namun, ketika Samaun akan mengamankan kendaraan milik korban, yaitu sepeda motor Honda Revo warna hitam ternyata pelaku berhasil membawanya lari menuju arah Sumur.
Akibat serangan tersebut, korban menderita beberapa luka yang memerlukan perawatan darurat, antara lain luka gorok di bagian leher depan, luka sobek di bagian pelipis sebelah kiri, dan luka sobek di jari telunjuk kiri. Setelah mendapatkan perawatan pertama, korban segera dibawa ke Rumah Sakit Banten untuk mendapatkan penanganan medis.
Dalam pemeriksaan di TKP, tim penyidik telah menemukan beberapa barang bukti yang diperkirakan terkait dengan kejadian. Barang bukti tersebut antara lain: (1) jaket warna hitam milik korban, (2) kaos warna abu-abu yang memiliki bercak noda darah, (3) sandal jepit warna biru putih merk Swalow, (4) handphone Android merk Samsung, (5) helm merk Ink warna pink, dan (6) pisau cutter warna biru putih. Semua barang bukti tersebut telah disita dan akan diperiksa lebih lanjut untuk keperluan penyidikan.
Dalam penyelidikan ini, telah teridentifikasi tiga saksi yang menyaksikan atau terlibat dalam proses penanganan korban setelah kejadian. Ketiga saksi tersebut adalah Samaun (50 tahun, petani), Sarta (41 tahun, petani), dan Surya (50 tahun, petani), semuanya berdomisili di Kampung Cimenteng, Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur. Saksi-saksi tersebut telah memberikan keterangan kepada petugas penegak hukum mengenai apa yang mereka saksikan dan alur kejadian.
Sampai saat ini, identitas pelaku masih dalam status “dalam lidik” oleh tim penyidik. Polres Pandeglang telah mengerahkan tenaga untuk melacak jejak pelaku dan mengumpulkan bukti tambahan yang dapat membantu dalam proses penyidikan. Petugas penegak hukum juga mengimbau warga sekitar untuk memberikan informasi apapun yang berhubungan dengan kejadian kepada pihak berwenang, guna mempercepat proses penangkapan pelaku.
Kepala Kepolisian Kecamatan Sumur, Iptu Erwin Heryadi membenarkan kejadian tersebut, ia menyatakan bahwa pihak nya saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku.
Salah satu rekan se-profesi korban, Pepen (38) th, membenarkan bahwa itu temannya yang biasa mangkal di Terminal Labuan.
” Betul bang, itu teman saya. Semalam itu bawa penumpang nya sekitar jam 22.00 Wib ke Sumur, sekitar jam 01 lewat kejadiannya,” terang nya dikonfirmasi warta- kota.com.
Korban saat ini masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Banten, melalui kerabatnya menyampaikan harapan agar pelaku segera ditangkap.
“Kami berharap pihak kepolisian bisa segera menemukan pelaku sehingga keadilan bisa tercapai. Korban sangat menderita akibat serangan ini dan perlu mendapatkan keadilan,” ujar salah satu kerabat korban. (YNA)















