Jember, 10 April 2026 – Warta Kota.com
Kecelakaan lalu lintas kerap diawali dari pelanggaran pengendara. Salah satu yang masih sering terjadi adalah aksi nekat mendahului kendaraan tanpa memperhatikan kondisi jalan, terutama di jalur menikung dan menurun.
Fenomena ini masih banyak dijumpai di Jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi. Padahal, jalur tersebut dikenal memiliki karakteristik tikungan tajam dengan jarak antar tikungan yang berdekatan, sehingga sangat berisiko tinggi bagi pengendara yang tidak disiplin.
Kanitlantas Polsek Silo, Ipda Ikbal, menegaskan bahwa aksi mendahului di jalur tersebut sangat berbahaya dan berpotensi memicu kecelakaan fatal.
“Jalur Gumitir memiliki tikungan yang rapat dan rawan kecelakaan. Jika pengendara memaksakan mendahului di tikungan, sangat berisiko terjadi tabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan,” ujarnya.
Selain kondisi jalan yang ekstrem, arus kendaraan besar seperti truk juga memperparah risiko. Kendaraan berukuran besar yang melintas membuat ruang gerak semakin sempit, terutama saat berpapasan di tikungan.
Pihak kepolisian terus mengimbau para pengendara agar tidak melakukan manuver mendahului di titik rawan, khususnya pada jalur menikung dan menurun.
“Terlebih jika dilakukan di jalur menurun sekaligus menikung, risikonya jauh lebih tinggi,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar kecelakaan lalu lintas berawal dari pelanggaran aturan, termasuk mengabaikan rambu lalu lintas dan tidak mengindahkan peringatan relawan yang berjaga di sepanjang Jalur Gumitir.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Patuhi rambu lalu lintas dan hindari manuver berisiko,” pungkasnya.
(Dang)















