Breaking News

Home / Sports

Selasa, 6 Mei 2025 - 20:53 WIB

Misteri Dua Gol Bunuh Diri PSIS vs Bali United: Manajemen Akhirnya Buka Suara

SEMARANG, KOMPAS.com – Kekalahan memalukan PSIS Semarang atas Bali United dengan skor 4-0 pada pekan ke-31 Liga 1 2024/2025 bukan hanya memperpanjang rentetan hasil buruk Laskar Mahesa Jenar, tetapi juga memicu gelombang pertanyaan di kalangan pendukung setia dan pencinta sepak bola Indonesia.

Yang lebih mengejutkan, dua dari empat gol yang bersarang di gawang PSIS justru berawal dari kesalahan fatal para pemainnya sendiri.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Kamis (1/5/2025), didominasi Bali United sejak awal laga.

 

Gol pembuka Bali United tercipta pada menit ke-22 melalui sebuah insiden yang tak terduga. Bek PSIS, Joao Ferrari, secara tak sengaja mencetak gol bunuh diri ketika berupaya membendung laju bola.

Baca juga: Hasil Liga 1 Buruk, PSIS Semarang Resmi Pecat Gilbert Agius

Tragedi serupa kembali terulang di babak kedua. Menit ke-51, Ridho Syuhada menjadi sorotan setelah gagal mengantisipasi umpan silang di kotak penalti.

Baca Juga  Panduan nonton SEA Games 2025 di Thailand sambil liburan

Alih-alih menghalau bola, tendangannya justru berbelok ke arah gawangnya sendiri, memperlebar jarak keunggulan Bali United.

Wajar jika dua gol bunuh diri ini memicu beragam reaksi publik, bahkan melahirkan spekulasi yang bertebaran di media sosial. Namun, Pelatih Sementara PSIS, Muhammad Ridwan, tetap memberikan dukungan kepada para pemainnya.

“Saya sendiri pernah mengalami mencetak gol bunuh diri. Jika kita perhatikan, dua pemain yang mencetak gol bunuh diri tersebut adalah pemain-pemain yang—dengan segala hormat—memiliki latar belakang keagamaan yang kuat,” jelas Ridwan dalam keterangannya, Selasa (6/5/2025).

Ridwan menegaskan bahwa ia sama sekali tidak berprasangka buruk terhadap kedua pemain tersebut, dan menganggap kejadian itu murni karena ketidakberuntungan.

“Jadi, saya tidak pernah memiliki pikiran negatif terhadap mereka, baik saat itu maupun sekarang. Saya tidak pernah berpikir buruk terhadap pemain saya. Mereka hanya kurang beruntung pada waktu dan tempat yang kurang tepat,” imbuhnya.

Baca Juga  Yoyok Sukawi Buka Suara Usai Degradasi PSIS Semarang ke Liga 2: Kelelahan dan Kekecewaan Mendalam

Baca juga: APPI Siap Bantu Mantan Pemain PSIS Terkait Dugaan Tunggakan Gaji

Kini, fokus PSIS tertuju pada laga berikutnya melawan PSS Sleman. Ridwan menyatakan bahwa pertandingan mendatang akan dihadapi dengan semangat seperti laga final.

“Semua pertandingan saat ini seperti final, sehingga kami berupaya mempersiapkan diri secara maksimal. Kami tidak hanya mengincar poin, tetapi kemenangan mutlak. Saat ini, seluruh pemain fokus menghadapi PSS,” tegas Ridwan.

PSIS kini berada di bawah tekanan besar untuk bangkit di sisa musim kompetisi. Kemenangan atas PSS Sleman diharapkan mampu menjadi titik balik penting dalam upaya menyelamatkan tim dari ancaman degradasi.

Share :

Baca Juga

Sports

MotoGP Catalunya 2025: Marquez Terpuruk, Bagnaia Berjuang, KTM Dominasi Latihan Bebas!

Sports

Resmi: Inilah 21 Pemain Timnas U-17 Indonesia di Piala Dunia 2025, 4 Diaspora Jadi Andalan

Sports

Timur Kapadze Resmi Nakhodai Klub Uzbekistan, Navbahor!

Sports

Real Madrid Kuasai Puncak Klasemen La Liga Usai Taklukkan Barcelona

Sports

Liverpool Guncang Liga Inggris: Rekor Transfer Isak Pecah!

Sports

Klasemen MotoGP 2025 Memanas: Bagnaia Terancam, Acosta Meroket!

Sports

Kiprah Patrick Kluivert: Analisis Kinerja Melatih Timnas Indonesia

Sports

Sudirman Cup 2025: Indonesia Imbang 1-1 Lawan Korea, Aksi Memukau Alwi Selamatkan Tim