Breaking News

Home / Sports

Rabu, 15 Oktober 2025 - 23:51 WIB

Marc Marquez Dikecam, Rivalitas Panas dengan Valentino Rossi Kembali Mencuat

warta-kota.com – Loris Reggiani, seorang tokoh penting di dunia balap motor, kembali menyoroti peristiwa kontroversial MotoGP 2015 yang melibatkan dua nama besar, Valentino Rossi dan Marc Marquez.

Musim 2015 tetap membekas dalam ingatan para penggemar MotoGP, terutama karena tensi persaingan yang memanas antara Rossi dan Marquez di lintasan.

Puncak konflik terjadi di GP Malaysia, melalui sebuah insiden yang dikenal sebagai “Sepang Clash,” di mana Rossi dituduh melakukan tendangan yang menyebabkan Marquez terjatuh.

Kebenaran pasti mengenai tuduhan tersebut tak pernah sepenuhnya terungkap, bahkan setelah Valentino Rossi mengakhiri karirnya di dunia balap pada akhir musim 2021.

Sementara itu, Marc Marquez terus menunjukkan performa gemilangnya hingga musim ini, bahkan berhasil meraih gelar juara dunia bersama tim pabrikan Ducati.

Kini, perolehan gelar juara dunia kelas utama Marquez telah menyamai rekor Rossi, dengan tujuh gelar yang telah diraihnya.

Kembalinya Marquez ke performa terbaiknya pada musim ini memicu komentar dari mantan pembalap MotoGP, Loris Reggiani.

Reggiani mengenang kembali musim 2015, di mana Marquez dianggap sebagai sosok kontroversial yang menghalangi Rossi dalam meraih gelar juara.

Secara blak-blakan, Reggiani menyatakan bahwa pembalap berusia 32 tahun tersebut kurang memiliki rasa hormat terhadap MotoGP dan dunia balap motor secara keseluruhan.

Baca Juga  Bagnaia Tolak Tiru Marquez: Ducati Motor MotoGP-nya Unik dan Spesial

Ditinggal di Tengah Jalan, Bos Honda Justru Menganggap Ducati Beruntung Mendapatkan Marc Marquez

Reggiani berpendapat bahwa musim 2015 telah “mendiskualifikasi” Marquez sebagai pembalap yang menjunjung tinggi sportivitas, setelah dianggap bermain api dengan Rossi.

Akibat hukuman yang diterimanya, Rossi harus merelakan kesempatan meraih gelar juara dunia pada musim itu, yang akhirnya jatuh ke tangan rekan setimnya di Yamaha, Jorge Lorenzo.

Reggiani juga tidak terkejut ketika Marquez menerima cemoohan dari para penggemar saat berlomba di Italia, negara asal Rossi, pada musim ini.

Meskipun mengenakan seragam merah Ducati, tim pabrikan Italia, Marquez tetap tidak luput dari siulan sinis saat melaju di sirkuit Mugello dan Misano.

“Musim itu mengubah segalanya, Marquez tidak menunjukkan respek terhadap dunia balap motor,” ungkap Reggiani, seperti dikutip BolaSport.com dari DiarioAS.

“Musim itu mendiskualifikasinya sebagai seorang pria. Padahal, saya juga seorang penggemar Marquez, bahkan, sejujurnya, saya lebih menyukai Marquez daripada Rossi.”

“Saya sangat senang dengan promosinya ke MotoGP dan bagaimana dia menunjukkan bakatnya kepada semua orang.”

“Tak seorang pun bisa menghentikannya, tetapi nama Marquez telah kehilangan banyak hal. Saya tidak heran jika dia dicemooh,” tambahnya.

Baca Juga  Geram! PSSI Protes Keras ke AFC Soal Wasit Laga Timnas Indonesia vs Arab Saudi

Menurut Reggiani, hal yang paling dibutuhkan Marquez saat ini adalah kerelaan untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf, meskipun insiden tersebut telah lama berlalu.

Di sisi lain, Reggiani juga menganggap tidak masuk akal jika Rossi benar-benar menendang Marquez pada GP Malaysia 2015.

“Yang perlu dia lakukan hanyalah meminta maaf, bahkan jika sudah sepuluh tahun berlalu,” tegas Reggiani.

“Rossi tidak pernah menendang Marquez, bahkan Dorna pun tidak melihatnya seperti itu.”

“Secara manusiawi, mustahil untuk menendang motor seberat 150 kilogram saat sedang melaju, bahkan dalam kecepatan rendah sekalipun,” imbuhnya.

Reggiani berpendapat bahwa Rossi sebenarnya layak meraih gelar juara dunia pada musim itu, sebelum akhirnya mengakui keunggulan Lorenzo di balapan terakhir.

“Rossi pantas mendapatkan gelar itu, dia memimpin klasemen dari balapan pertama hingga seri sebelum terakhir,” kata Reggiani.

“Lorenzo memenangkan lebih banyak Grand Prix, tetapi Rossi lebih konsisten.”

“Lorenzo sedikit lebih baik, bahkan dia sendiri yang mengatakannya setelah balapan di Valencia.”

“Jika tiga balapan terakhir berjalan sesuai rencana, Rossi akan memenangkan Kejuaraan Dunia itu, di usia 36 tahun!” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Sports

Indonesia & Thailand Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026: Pengumuman Resmi!

Sports

Nonton Live Streaming Liverpool vs Arsenal: Liga Inggris Malam Ini Pukul 22.30 WIB

Sports

Inilah Daftar Lengkap 16 Tim Lolos Piala Asia U-23 2026: Vietnam & Thailand Berjaya!

Sports

Geram! PSSI Protes Keras ke AFC Soal Wasit Laga Timnas Indonesia vs Arab Saudi

Sports

Rahasia Marquez Terungkap: Mantan Pembalap Rossi Bongkar Kelemahan Motor Ducati

Sports

Transfer Pemain Keturunan Timnas: Eliano, Calvin, dan Mees, Nasib Terbaru Mereka!

Sports

Timnas U-23 Indonesia Kalah Tipis dari India, Skor Akhir 1-2

Sports

Nick Kuipers Pamit dari Persib: Penutup Karier yang Sempurna