Breaking News

Home / Finance

Rabu, 8 Oktober 2025 - 00:52 WIB

Kiwoom Sekuritas Ungkap 7 Sektor Saham Potensial Kuartal IV: Cek Daftarnya!

warta-kota.com Kiwoom Sekuritas Indonesia menetapkan target yang cukup hati-hati untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir tahun, berada di kisaran 7.850 hingga 8.000. Lalu, sektor-sektor apa saja yang menjadi andalan pilihan Kiwoom Sekuritas untuk kuartal IV?

Kiwoom Sekuritas mempertimbangkan berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri, dalam menetapkan target yang konservatif ini.

“Secara historis, kuartal IV cenderung menunjukkan kinerja positif, didukung oleh fenomena Desember rally. Akan tetapi, volatilitas berpotensi meningkat karena kombinasi berbagai faktor seperti potensi penurunan suku bunga BI (rate cut), nilai tukar rupiah, laporan kinerja perusahaan pada kuartal III, rebalancing Indeks MSCI, serta sentimen global terkait suku bunga The Fed, harga komoditas, kebijakan OPEC+, dan COP30,” demikian isi riset Kiwoom Market Outlook Q4-2025 yang diterima pada hari Selasa (7/10).

Tim riset Kiwoom, yang dipimpin oleh Kepala Riset Liza Camelia Suryanata, mewaspadai risiko utama yang berasal dari potensi arus modal asing keluar (foreign outflow) yang berkelanjutan, serta kemungkinan penutupan sebagian operasional pemerintah (shutdown) di Amerika Serikat, yang dapat memicu periode penghindaran risiko (risk-off) secara global.

Kiwoom Sekuritas Tetapkan Target IHSG Akhir Tahun 7.850-8.000, Simak Alasannya

Di tengah dinamika IHSG, Kiwoom mengidentifikasi beberapa sektor yang diperkirakan akan menonjol di kuartal IV ini.

Baca Juga  IHSG menguat tipis ke 8.678,3 di sesi pertama, top gainers LQ45: INCO, ADRO, MBMA

1. Energi

Sektor energi dan komoditas diprediksi akan tetap menjadi unggulan pada kuartal IV. Sektor-sektor yang terkait dengan batubara, minyak, nikel, tembaga, emas, dan CPO diharapkan mendapatkan dorongan dari harga global dan narasi transisi energi. Sepanjang tahun ini, sektor energi juga menunjukkan ketahanan yang kuat, dengan kenaikan sebesar 27,8% hingga akhir September 2025.

ESG MEDC: Energi Terbarukan Geothermal Grup Medco Semakin Mengepul

2. Defensif

Sektor consumer staples (barang kebutuhan pokok) dan perusahaan telekomunikasi besar dapat berfungsi sebagai pelindung nilai (hedging) di tengah volatilitas nilai tukar rupiah. Sektor kesehatan juga cenderung relatif tahan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah dan kondisi eksternal.

3. Perbankan besar

Bank-bank dengan aset berukuran jumbo tetap menjadi fondasi utama, tetapi investor perlu lebih selektif. Beberapa isu yang perlu diperhatikan termasuk rasio kredit bermasalah (NPL) di tengah peluang pertumbuhan kredit, serta aktivitas window dressing di akhir tahun.

4. Event-driven

Sektor saham yang terkait dengan suatu peristiwa atau event-driven, misalnya yang berkaitan dengan pengumuman perubahan komposisi Indeks MSCI, dapat menjadi pertimbangan bagi investor. Pengumuman mengenai saham yang masuk atau keluar dari Indeks MSCI sering kali memicu perputaran dana asing. Sektor teknologi juga layak diperhatikan jika ada katalis berupa kontrak baru atau peningkatan orderbook yang bersifat “event-driven”.

5. LQ45 Laggards

Baca Juga  Investor Asing Banjiri Bursa Saham: Saham-Saham Unggulan Akhir Pekan

Saham-saham LQ45 yang saat ini diperdagangkan dengan harga diskon atau undervalued, dan diperkirakan akan mencatatkan kinerja yang solid pada kuartal III, diyakini memiliki potensi untuk mengejar ketertinggalan (rally) pada kuartal IV.

6. Properti, big-caps

Saham-saham properti dengan kapitalisasi pasar besar menjadi pilihan Kiwoom Sekuritas dalam daftar sektor unggulan untuk kuartal IV. Pertimbangannya adalah valuasi yang masih menarik (diskon), serta momentum di kuartal IV yang biasanya didukung oleh peningkatan presales dan aktivitas window dressing. “Terlebih lagi jika suku bunga global dan suku bunga BI kembali dipangkas pada kuartal IV,” tulis riset tersebut.

ESG Deltamas (DMAS): Sediakan Fasilitas Hijau nan Premium untuk Tamu Industri

7. Saham musiman atau cyclical play

Sektor transportasi dan logistik dapat dipertimbangkan sebagai sektor baru yang bersifat tactical atau seasonal, mengingat kuartal IV biasanya menjadi puncak aktivitas bagi sektor logistik, angka penjualan lahan, serta investasi asing di kawasan industri.

Itulah tujuh sektor saham yang berpotensi menarik untuk diperhatikan oleh investor pada kuartal IV ini. Sektor-sektor ini dapat menjadi pertimbangan investasi, di tengah proyeksi bahwa pergerakan IHSG akan cenderung konservatif-moderat hingga akhir tahun.

Share :

Baca Juga

Finance

BI Optimis: Ekonomi Indonesia Siap Melesat di Semester Kedua 2025

Finance

IHSG menguat 0,42% ke 8.645 pada Senin (22/12), BUMI, INCO, ADMR top gainers LQ45

Finance

MEXC Foundation dan Triv Kolaborasi Tingkatkan Talenta Blockchain Indonesia

Finance

ANTM Pastikan Pasokan Emas Batangan Aman untuk Masyarakat dan Industri

Finance

Baznas Tasikmalaya Beli 5 Mobil Mewah dari Hibah Rp 1,4 Miliar: Sesuai Proposal?

Finance

Harga ayam hidup melesat, laba Japfa Comfeed (JPFA) diproyeksi naik signifikan

Finance

Harga emas dekati rekor, platinum melonjak dipicu inflasi AS

Finance

Saham TRUE Disuspensi BEI: Analisis dan Rekomendasi Investasi Terbaru