Breaking News

Home / Politics

Selasa, 18 November 2025 - 06:51 WIB

Jadwal Visa Piala Dunia 2026 Diluncurkan Trump, Seattle Terancam?

warta-kota.com Presiden Donald Trump baru-baru ini meresmikan Priority Appointment Scheduling System (PASS), sebuah inisiatif yang dirancang khusus untuk memberikan prioritas dalam penjadwalan wawancara visa bagi para penggemar sepak bola yang memiliki tiket Piala Dunia 2026.

Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Presiden Trump dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Gedung Putih, bersama dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Program PASS bertujuan untuk mempercepat proses administrasi visa, sehingga para suporter internasional dapat menikmati pertandingan secara langsung tanpa terhambat oleh proses birokrasi yang rumit dan memakan waktu.

Infantino menekankan bahwa Piala Dunia 2026 direncanakan sebagai turnamen terbesar dan paling inklusif dalam sejarah persepakbolaan dunia, dan PASS merupakan salah satu langkah nyata untuk mewujudkan visi tersebut.

“FIFA PASS adalah tonggak penting dalam persiapan menuju Piala Dunia FIFA. Ini menggarisbawahi kolaborasi erat antara FIFA dan Satuan Tugas Gedung Putih untuk menyelenggarakan acara global yang benar-benar inovatif,” tulis Infantino di akun Instagram resminya.

Baca Juga  Amnesti Internasional Desak DPR Usut Ledakan Amunisi TNI: Bentuk Tim Pencari Fakta!

Digusur Suriname! Ranking FIFA Timnas Indonesia Turun, Buntut Absen di FIFA Matchday November 2025

Lebih dari enam juta tiket telah disiapkan untuk pertandingan-pertandingan yang akan diselenggarakan di 16 kota di seluruh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Namun, bersamaan dengan pengumuman PASS, Trump juga menyampaikan pernyataan terkait keamanan di kota-kota tuan rumah. Dalam kesempatan yang sama, Trump memperingatkan bahwa pertandingan yang dijadwalkan di Seattle dapat dipindahkan jika tingkat kriminalitas di kota tersebut tidak mengalami perbaikan yang signifikan.

Dilansir dari Daily Mail, Senin (17/11), Trump menyatakan bahwa pihak penyelenggara tidak akan mengizinkan pertandingan diselenggarakan di kota yang dianggap berpotensi berbahaya, dan opsi pemindahan lokasi dapat diambil sewaktu-waktu.

“Jika ada kota yang kami anggap sedikit berbahaya untuk Piala Dunia karena mereka bermain di begitu banyak kota, kami tidak akan mengizinkannya,” tegas Trump, seperti dikutip dari Daily Mail.

Tak Cukup Voting dari Fans! Rizky Ridho Harus Dipilih Legenda FIFA untuk Menang Puskas Award 2025

Baca Juga  Panglima TNI lapor Prabowo: 50 jembatan Bailey sedang dibangun di Sumatera

Ancaman tersebut muncul setelah terpilihnya Kate Wilson, seorang tokoh demokrat sosialis, sebagai wali kota baru Seattle. Trump sebelumnya telah menuduh kota-kota seperti Seattle dan San Francisco sebagai wilayah yang dikuasai oleh kelompok kiri radikal, dan berjanji untuk memastikan keamanan sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan turnamen.

Sebelumnya, dua suporter Portugal sempat mengalami penolakan masuk ke Amerika Serikat saat hendak menyaksikan pertandingan Club World Cup. Kedua penggemar Benfica tersebut gagal memperoleh izin perjalanan meskipun telah mengisi formulir ESTA dengan benar.

Penolakan tersebut terjadi di tengah kebijakan imigrasi yang kembali diperketat oleh pemerintahan Trump.

Peluncuran program PASS menjadi indikasi kuat bahwa Amerika Serikat berupaya mempermudah akses bagi para suporter untuk menyaksikan Piala Dunia 2026, dengan harapan insiden serupa tidak akan terulang kembali.

Share :

Baca Juga

Politics

Rupiah Terancam: Demo Berlanjut Tekan Nilai Tukar Lebih Dalam?

Politics

Kedatangan Presiden Macron dan Istri di Indonesia: Foto Eksklusif Turun dari Pesawat

Politics

Mediasi Paus Leo XIV: Harapan Perdamaian di Tanah Papua

Politics

Jokowi Tanggapi Pernyataan Megawati Soal Ijazah Palsu

Politics

KPK Pastikan Proses Hukum Korupsi ASDP Transparan dan Profesional

Politics

Pemerintah Buka Blokir Anggaran: Rincian Dana dan Alokasinya Terungkap

Politics

PKB Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Gubernur Riau

Politics

Menlu Bicara Ikatan Emosional Prabowo dan Raja Abdullah II