Breaking News

Home / Politics

Kamis, 11 September 2025 - 15:51 WIB

Gerindra Bereaksi: Pengunduran Diri Saraswati dari DPR, Apa Dampaknya?

Bambang Haryadi, Sekretaris Fraksi Gerindra DPR, menyatakan keheranannya atas alasan pengunduran diri Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dari posisinya di DPR. Bambang mempertanyakan di mana letak kesalahan dari pernyataan Sara, panggilan akrab Rahayu Saraswati, yang menjadi pemicu pengunduran dirinya. Pernyataan tersebut muncul dalam sebuah siniar yang disiarkan pada bulan Februari 2025.

Pilihan editor: Pengguna Bahasa Isyarat Semakin Meningkat. Apa Penyebabnya?

“Sejujurnya, kami masih kurang memahami apa sebenarnya konten yang dipermasalahkan dari podcast tersebut,” ungkap Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 11 September 2025.

Menurut pandangan Wakil Ketua Komisi XII DPR itu, Sara justru memberikan inspirasi dan motivasi positif kepada kaum perempuan. “Kalau dilihat sekilas, konten podcast-nya sangat bagus, memotivasi perempuan untuk aktif berpartisipasi dalam ekonomi kreatif,” jelas Bambang.

Bambang mengaku terkejut saat mendengar keputusan pengunduran diri Sara. Ia menekankan bahwa Sara adalah kader partai dan anggota parlemen yang sangat aktif.

Bambang menambahkan bahwa Sara sering turun langsung ke daerah pemilihannya untuk berinteraksi dengan masyarakat. “Menurut kami, dia adalah salah satu kader yang sangat aktif di daerah pemilihannya dan sangat peduli dengan peningkatan peran serta perempuan dalam dunia politik,” kata Bambang. “Dia sangat aktif, minim kontroversi, jadi kami juga kaget.”

Meskipun demikian, Fraksi Gerindra menghormati keputusan yang telah diambil oleh Sara. Namun, di sisi lain, mereka juga menyadari pentingnya menghormati amanat yang telah diberikan oleh rakyat kepada Sara. Sara, yang juga merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, terpilih sebagai wakil rakyat dari Daerah Khusus Ibukota Jakarta III, yang meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Baca Juga  Dalam Rangka Wujudkan Kepedulian, Kapolres Solok Mengunjungi Salah Satu Rumah Personel Yang Lagi Sakit

Di daerah pemilihan tersebut, Bambang menjelaskan bahwa Gerindra berhasil memperoleh sekitar 227 ribu suara. “Sebagian besar suara tersebut adalah amanat yang diberikan masyarakat dari tiga wilayah tersebut kepada kader kami, Rahayu Saraswati,” kata Bambang.

Mulai hari ini, Fraksi Gerindra telah menyetujui untuk menonaktifkan Sara dari tugasnya di DPR. Fraksi juga sedang melakukan kajian dan berkoordinasi dengan Dewan Pemimpinan Pusat Partai Gerindra terkait pengunduran diri Sara.

Video yang menjadi sorotan dan memicu pengunduran diri Sara ditayangkan di kanal YouTube Antara TV Indonesia dengan judul “Rahayu Saraswati Kupas Isu Perempuan hingga Kolaborasi Ekonomi Kreatif” pada tanggal 28 Februari 2025. Video tersebut berdurasi 42 menit. Menurut Sara, potongan video yang dianggap menyinggung sebagian masyarakat berasal dari menit ke-25 hingga menit ke-27 dalam siniar tersebut.

Dalam video tersebut, Saraswati membahas topik kewirausahaan. Ia menyampaikan bahwa generasi muda perlu mengambil inisiatif lebih besar untuk menekuni dunia usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Saya mohon izin, mohon maaf, karena mungkin saya berasal dari generasi milenial yang memiliki pandangan sedikit berbeda. Dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini, jangan kita terlalu bergantung pada sektor-sektor yang sudah mengalami automasi,” ujar Sara pada menit ke-27 siniar yang tayang enam bulan lalu.

Baca Juga  Prabowo Subianto dan MBZ Bahas Krisis Geopolitik Timur Tengah

Ia pun memberikan dorongan kepada anak-anak muda untuk menjadi pengusaha. “Anak-anak muda, jika kalian memiliki kreativitas, jadilah pengusaha. Jadilah entrepreneur. Daripada mengeluh tidak ada pekerjaan, ciptakan pekerjaan untuk teman-temanmu,” serunya.

Sara memberikan saran kepada mereka yang memiliki kemampuan memasak untuk memulai bisnis kuliner. Sementara bagi mereka yang pandai menjahit, ia mendorong untuk membuka bisnis fesyen. “Ada banyak sekali sektor lain yang sebenarnya bisa kalian kerjakan,” tambahnya.

Selain itu, Saraswati juga mengingatkan anak-anak muda untuk tidak terlalu bergantung pada sektor-sektor padat karya. Meskipun demikian, ia tetap meyakini bahwa Presiden Prabowo akan terus berupaya meningkatkan sektor padat karya seperti agroindustri dan hilirisasi.

Ia menekankan bahwa ketahanan pangan adalah salah satu fokus utama dari Prabowo. Oleh karena itu, ia mendorong anak muda yang memiliki lahan untuk berbisnis di bidang pangan dengan menanam berbagai jenis tanaman yang memungkinkan.

Kemudian, Saraswati menyampaikan bahwa pemuda tidak bisa sepenuhnya menggantungkan harapan kepada pemerintah untuk menyediakan lapangan pekerjaan. “Jangan hanya bersandar, karena jika kita masih bersandar pada sektor-sektor padat karya dan bergantung pada pemerintah untuk provide the jobs, berarti kita masih berada di zaman kolonial,” tegasnya.

Sultan Abdurrahman turut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pilihan editor: Prabowo Mengundang Franz Magnis hingga Quraish Shihab ke Istana

Share :

Baca Juga

Politics

Sidang Kasus Harun Masiku: KPK Akui Kesulitan Awasi Pergerakannya

Politics

Tani Merdeka Desak Reshuffle Kabinet: Sinergi Kemenkeu dan Kementan Harus Ditingkatkan

Politics

Agus Suparmanto Nahkodai PPP: Kronologi Lengkap Pemilihan Ketua Umum

Politics

Prabowo Subianto dan MBZ Bahas Krisis Geopolitik Timur Tengah

Politics

MK Ingatkan Polri: Utamakan Kemanusiaan Saat Bertugas!

Politics

Soeharto Pahlawan Nasional? Inilah 3 Berita Dunia Terkini!

Politics

Erick Thohir Desak Transparansi Pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih

Politics

KPK Prihatin Abdul Wahid Jadi Gubernur Riau ke-4 yang Tersandung Kasus Korupsi