Breaking News

Home / Berita Utama / Berita Utama Daerah / News / Warta Kota terkini

Senin, 23 Februari 2026 - 08:50 WIB

Drainase Rp485 Juta di Bayung Lencir Retak dan Rembes, Publik Desak Evaluasi Kualitas Pekerjaan

Kondisi drainase proyek APBD 2025 di Kelurahan Bayung Lencir Indah, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin, tampak retak pada dinding dan mengalami rembesan air di beberapa titik.

Kondisi drainase proyek APBD 2025 di Kelurahan Bayung Lencir Indah, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin, tampak retak pada dinding dan mengalami rembesan air di beberapa titik.

Warta-kota.com//BAYUNG LENCIR – Proyek pembangunan drainase dari Jalan Negara RT 04 RW 01 menuju RT 07 RW 01 Kelurahan Bayung Lencir Indah, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin senilai Rp485.600.000,00 menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah bagian konstruksi mengalami retak dan rembesan air.

Pekerjaan tersebut berada di bawah satuan kerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Musi Banyuasin dengan nilai pagu dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang sama, yakni Rp485.600.000,00. Berdasarkan data pengadaan, pelaksana kegiatan adalah CV Fatimah Azhara Berjaya yang beralamat di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Hasil pengecekan di lapangan memperlihatkan beberapa titik dinding drainase mengalami retak memanjang. Pada bagian tertentu, lapisan plester tampak tidak tertutup merata sehingga susunan bata terlihat dari luar. Kondisi tersebut menyebabkan air merembes keluar melalui celah dinding saluran.

Baca Juga  Bupati Solok Terima Audiensi dan Koordinasi Pelaksanaan Bakti Sosial Nasional PSMKGI

Secara teknis, konstruksi drainase seharusnya memiliki struktur yang kokoh, padat, dan kedap air agar mampu menahan tekanan aliran serta perubahan cuaca. Retakan dan plester yang tidak sempurna berpotensi menurunkan daya tahan konstruksi dalam jangka panjang apabila tidak segera dilakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh.

Nilai proyek yang mendekati setengah miliar rupiah dari APBD Kabupaten Musi Banyuasin menimbulkan pertanyaan publik terkait standar mutu pekerjaan, pengawasan lapangan, serta proses pemeriksaan hasil pekerjaan.

Baca Juga  Dua Mantan Narapidana Pengancam dan Pemeras Ini, Kembali Dipolisikan Kasus Pelanggaran UU ITE

Saat dikonfirmasi, pihak kontraktor menyatakan akan melakukan perbaikan. Namun belum dijelaskan secara rinci waktu pelaksanaan perbaikan, metode teknis yang akan diterapkan dalam masa pemeliharaan.

Publik kini menunggu penjelasan resmi dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Musi Banyuasin, termasuk apakah proyek telah melalui proses serah terima pertama (PHO), bagaimana hasil pengawasan teknis, dan langkah konkret yang akan diambil atas temuan retak serta rembesan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi tambahan dari pihak dinas terkait tindak lanjut maupun evaluasi terhadap kondisi drainase tersebut.

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Akibat Kelalaian Juga kebobrokan Dari Sistem pengawasan Dan Manegemen SPBU, Bahan Bakar Berserakan Di Pemukiman Warga Ribuan Liter, Pihak Pengusaha Lari Dari Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat Terdampak

News

Rokan Hulu Diguncang Dugaan Pungli Rp1,2 Miliar oleh Kades Sontang, Mahasiswa Riau Siap Demo Desak Polisi Bertindak

News

PT Ella Pratama Perkasa (EPP) Tegaskan Komitmen Profesional dalam Pengelolaan Sampah Kota Pekanbaru

News

Demi Ciptakan Lapas Yang Bebas Halinar, Lapas Pekanbaru Kembali Gelar Razia Gabungan

Berita Utama

Korban Penggelapan Sepeda Motor Oleh Teman Wanitanya, Saiful Nasution Resmi Membuat Laporan Ke Polsek Sunggal

Berita Utama

RPJMD 2025–2029 Disahkan, Meranti Targetkan Jadi Daerah Unggul Agamis dan Sejahtera

Berita Utama Daerah

Lapor Pak Kapolda Terindikasi ilegal , CPO di Kerinci Kanan yang di kendalikan oleh Jhoni Bagariang Bebas Beraktivitas 

Berita Utama Daerah

Nelayan dan HNSI Labuan Desak Percepatan Evakuasi Kapal Karam BG Titan 14