Warta-kota.com
SIMALUNGUN – Diprediksi ratusan hektare Tanaman Belum Menghasilkan (TBM-3) di Afdeling 3 Kebun Marihat, Regional 2 PTPN IV PalmCo, kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan setelah dilanda serangan hama ulat kantung dan ulat api. Serangan tersebut disebut telah terjadi dalam rentang beberapa bulan terakhir dan kian meluas tanpa penanganan yang memadai.
Informasi yang dihimpun dari lapangan menunjukkan bahwa gejala awal serangan sebenarnya sudah tampak sejak lama. Namun, lemahnya pendeteksian dini serta kurang efektifnya kegiatan pengamatan rutin di tingkat kebun diduga membuat populasi hama berkembang tanpa terkendali.
Sebagai tanaman yang berada pada fase pertumbuhan vegetatif, TBM-3 membutuhkan pengawasan intensif. Kehadiran hama defoliator seperti ulat kantung dapat menurunkan kemampuan tanaman dalam menyerap cahaya, sehingga berdampak pada proses pembentukan bunga dan produktivitas jangka panjang. Temuan tim pada Jumat (28/11/25) memperlihatkan bahwa sebagian areal telah mengalami kerusakan daun yang cukup signifikan.
Tidak hanya ulat kantung, sejumlah blok tanaman muda juga terlihat diserang ulat api. Kondisi daun yang habis dimakan memperlihatkan bahwa intensitas serangan cukup tinggi, namun langkah pengendalian di areal tersebut masih terlihat minim.
Seorang sumber internal yang meminta agar identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan bahwa situasi ini berkembang pada periode kepemimpinan Andi Sahatma Purba sebagai Manajer Kebun Marihat. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya areal TBM-3 berada dalam kondisi normal. Menurut penilaiannya, kurangnya pengawasan lapangan serta keterlambatan dalam mengeluarkan peringatan dini menjadi penyebab utama tidak terkontrolnya perkembangan hama.
Apabila serangan terus meluas hingga mencapai ratusan hektare, perusahaan berpotensi mengalami kerugian besar akibat penurunan pertumbuhan tanaman muda dan meningkatnya biaya rehabilitasi.
Upaya konfirmasi kepada jajaran pimpinan PTPN IV PalmCo—Direktur Utama Jatmiko Santosa, Region Head Regional-2 Budi Susanto, SEVP Ops-1 Mulianto, serta GMD-1 Maseli Lahagu dilakukan pada Jumat (28/11/25) sore. Namun hingga berita ini dipublikasikan, tidak satu pun dari pejabat PTPN IV Regional-2 yang mau memberikan tanggapan terkait kondisi darurat hama ulat yang terjadi di Kebun Marihat maupun unit kebun lain di Regional 2.Red/Tim















