Breaking News

Home / Finance

Senin, 20 Oktober 2025 - 07:51 WIB

Bitcoin Siap Meroket? Analis Ungkap Prediksi Kenaikan Harga!

warta-kota.com Para analis pasar kripto berpendapat bahwa harga Bitcoin (BTC) diperkirakan masih akan menghadapi beberapa hambatan signifikan hingga gelombang penjualan yang dilakukan oleh para investor jangka panjang, atau sering disebut sebagai Bitcoin OGs, benar-benar mereda.

Data dari analisis on-chain mengungkapkan adanya fenomena pengambilan keuntungan oleh para investor jangka panjang pada skala yang cukup masif, dengan *realized gains* mencapai angka US$1,7 miliar per hari.

Di sisi lain, realized losses juga mengalami peningkatan menjadi sekitar US$430 juta per hari, yang tercatat sebagai angka tertinggi ketiga dalam siklus pasar saat ini.

Analis Sebut Harga Emas Terlalu Panas, Dana Bisa Kabur ke Bitcoin!

Selain itu, pasokan koin lama yang kembali aktif diperdagangkan (revived supply) mencapai angka US$2,9 miliar per hari, menandai level tertinggi kedua yang pernah tercatat.

Analis terkemuka, James Check, menekankan bahwa kesulitan pasar kripto untuk bangkit kembali bukan disebabkan oleh tindakan manipulasi atau keberadaan “paper Bitcoin”, melainkan lebih disebabkan oleh tekanan jual yang berasal dari para pemilik koin lama:

Baca Juga  Prediksi Teknikal Saham MYOR, HRUM, & LSIP: Strategi Perdagangan Jumat, 16 Mei

“Situasi ini murni merupakan aksi penjualan konvensional yang dilakukan oleh investor yang telah lama memegang Bitcoin. Volume tekanan jual dari para pemegang Bitcoin lawas ini tampaknya belum sepenuhnya disadari oleh banyak pihak, dan inilah sebenarnya sumber utama resistensi harga saat ini,” ungkap Check, seperti yang dilaporkan oleh Cointelegraph pada Senin (20/10/2025).

OGs Ambil Keuntungan

Investor kripto terkemuka, Will Clemente, berpendapat bahwa kinerja BTC yang relatif lebih lemah dalam satu tahun terakhir ini sebagian besar disebabkan oleh perpindahan pasokan dari para OGs ke institusi keuangan tradisional (TradFi).

“Dinamika seperti ini diperkirakan akan menjadi kurang signifikan di tahun-tahun mendatang, terlepas dari fokus banyak orang pada kelemahan relatif BTC saat ini,” kata Clemente.

Harga Bitcoin Anjlok ke US$ 105.000, Masih Ada Potensi Rebound?

Mike Novogratz, CEO Galaxy Digital, menambahkan bahwa banyak pemegang Bitcoin lama yang memutuskan untuk merealisasikan keuntungan mereka setelah mengalami periode kenaikan harga yang cukup panjang, termasuk untuk membeli aset-aset mewah seperti kapal pesiar dan bahkan sebagian kepemilikan tim olahraga.

Baca Juga  IHSG Naik! Rekomendasi Saham Terbaik untuk Trading Pekan Ini

Menurutnya, pasokan Bitcoin yang beredar di pasar saat ini sebagian besar berasal dari para OGs dan para penambang (miners).

Dukungan Mingguan dan Potensi Rally

Berdasarkan data dari TradingView, Bitcoin berhasil menutup *candlestick* mingguan pada level US$108.700, yang mengindikasikan adanya dukungan yang cukup kuat. Analis Rekt Capital mengamati:

Jack Dorsey Dorong Signal Adopsi Bitcoin, Kampanye Bitcoin for Signal Kian Menggema

“Jika level ini dapat dipertahankan secara konsisten, harga Bitcoin berpotensi untuk mengalami *rally* menuju level di atas US$120.000 seiring berjalannya waktu. Stabilitas pada level ini sangatlah krusial.”

Berdasarkan data dari Coinmarketcap pada pukul 14.06 WIB, harga Bitcoin saat ini berada di kisaran US$111.287, atau mengalami kenaikan sebesar 4,18% dalam 24 jam terakhir.

Share :

Baca Juga

Finance

IHSG Cetak Rekor 8.394, Transaksi Harian Bursa Mengalami Koreksi

Finance

Harga Buyback Emas Antam Melonjak Drastis, Tertinggi Sejak November!

Finance

Strategi Jitu Review Portofolio Investasi Saat Ekonomi Tidak Stabil

Finance

Korupsi Pertamina: Tersangka Masih Terdaftar Sebagai Karyawan BUMN?

Finance

Prospek Cerah: Yield SUN Turun, Pasar Obligasi Korporasi Bergairah

Finance

Daftar harga emas Antam hari ini (17/12): Naik Rp 6.000 jadi Rp 2.470.000 per gram

Finance

Pahami Perbedaan Bull Market dan Bear Market: Panduan Investasi Lengkap

Finance

Rupiah Melemah? Ini Strategi Investasi Valas Cerdas untuk Investor Indonesia