Armada Truk Pelangsir Solar Diduga Marak di Pekanbaru, Puluhan Unit Berkumpul Tak Jauh dari SPBU Harapan Raya Ujung
Pekanbaru – Praktik dugaan pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar diduga kian marak di Kota Pekanbaru. Hampir di banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) disebut-sebut terjadi “permainan” distribusi BBM bersubsidi. Salah satunya terpantau di kawasan Jalan Harapan Raya ujung dan SPBU yang berada di Jalan Hangtuah, Kamis (8/1/2026).
Pantauan di lapangan, deretan dan kumpulan mobil truk tampak parkir tidak jauh dari sebuah SPBU di ujung Jalan Harapan Raya. Pemandangan ini mengundang perhatian pengguna jalan yang melintas, lantaran truk-truk tersebut kini diduga beralih fungsi menjadi armada pelangsir solar, bukan lagi sekadar kendaraan angkutan barang.
Menurut seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya, truk-truk tersebut sengaja parkir untuk menunggu giliran masuk ke SPBU di Jalan Hangtuah, yang dikenal masyarakat sebagai SPBU Wates dengan nomor 14.282.667.
“Sudah ada yang mengkoordinirnya. Sengaja parkir di situ agar di SPBU Wates tidak tampak menyolok,” ungkapnya kepada awak media.
Ia menjelaskan, truk-truk pelangsir tersebut diduga akan mengisi solar di SPBU Wates, lalu mengangkutnya ke sebuah gudang penimbunan BBM yang lokasinya disebut berada tak jauh dari kantor Camat Tenayan Raya. Gudang itu diduga menjadi tempat penampungan dan penimbunan solar hasil pelangsiran sebelum kembali disalurkan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media mendatangi SPBU Wates untuk meminta konfirmasi dan klarifikasi. Pengawas SPBU yang bernama Eko membantah adanya praktik pengisian berulang atau permainan dalam penyaluran BBM di SPBU tersebut.
“Saya tidak tahu. Pengisian di sini berdasarkan barcode dan nomor polisi (nopol) yang sama,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Eko menegaskan, sistem pengisian di SPBU Wates telah diatur sedemikian rupa sehingga satu kendaraan tidak bisa melakukan pengisian solar berulang kali secara bebas. Ia mengklaim, pihak SPBU hanya melayani pembelian sesuai ketentuan dan mengandalkan sistem pendataan berbasis barcode dan nomor polisi.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan praktik pelangsiran dan penimbunan solar tersebut belum mendapatkan keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait. Masyarakat sekitar berharap pihak berwenang segera melakukan penelusuran dan penindakan tegas jika benar terjadi penyimpangan distribusi BBM bersubsidi, mengingat dampaknya dapat merugikan konsumen umum dan dunia usaha yang membutuhkan solar untuk operasional sehari-hari.















