Breaking News

Home / Public Safety And Emergencies

Kamis, 20 November 2025 - 09:53 WIB

Airnav Pastikan Penerbangan Aman Terpantau Pasca Erupsi Semeru

AIRNAV Indonesia mengumumkan bahwa operasional penerbangan di berbagai rute masih berjalan relatif normal pasca-erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hingga hari Kamis, 20 November 2025. ”Hingga saat informasi ini kami sampaikan, situasi belum mengharuskan adanya penutupan wilayah udara akibat potensi ancaman sebaran abu vulkanik,” ungkap EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro.

Kondisi ini, lanjut Hermana, juga berlaku untuk sejumlah bandara di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, termasuk Malang, Banyuwangi, Surabaya, dan Yogyakarta. “Semuanya masih beroperasi seperti biasa. Tidak ada penutupan bandara dan sejauh ini, belum ada pembatalan penerbangan,” jelasnya.

Meski demikian, Hermana menekankan bahwa AirNav Indonesia terus memantau secara cermat baik rute penerbangan maupun bandara-bandara yang mungkin terdampak erupsi, serta secara konsisten memberikan informasi terbaru melalui

penerbitan ASHTAM. “Pembaruan terkini adalah ASHTAM dengan nomor VAWR6038 yang kami terbitkan melalui International NOTAM Office AirNav Indonesia pada 20 November 2025, pukul 02:00 UTC (09.00 WIB),” terangnya.

Dalam laporan tersebut, status Gunung Semeru dinyatakan dengan

status ”Red Code”, yang mengindikasikan aktivitas erupsi yang cukup signifikan dan berpotensi

memberikan dampak pada jalur penerbangan. Sebaran abu vulkanik teramati pada dua ketinggian yang berbeda. Pada level rendah, abu tersebar dari permukaan hingga sekitar FL150 (±4.500 meter), bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan angin sekitar 5 knot.

Baca Juga  Tragedi Garut: 13 Tewas Akibat Ledakan Pemusnahan Amunisi, Ini Fakta-faktanya

Sementara itu, sebaran abu pada level tinggi berada dari permukaan hingga sekitar FL450 (±13.500 meter), bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 15 knot. ”ASHTAM adalah notifikasi khusus yang kami terbitkan untuk mengkomunikasikan perubahan aktivitas gunung berapi, termasuk erupsi dan sebaran abu vulkanik, yang dapat mempengaruhi kegiatan operasional penerbangan,” jelas Hermana.

Hermana menambahkan, ASHTAM dirilis Airnav kepada seluruh pihak terkait, baik di dalam maupun di luar negeri. Masa berlakunya adalah 24 jam, atau hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. ASHTAM yang memuat informasi teknis ini menjadi panduan penting bagi seluruh stakeholder penerbangan dalam mengambil keputusan terkait mitigasi, penyesuaian rute penerbangan, dan pengaturan lalu lintas udara. Dokumen ini diterbitkan sebagai peringatan keselamatan penerbangan mengingat Gunung Semeru masih terpantau mengeluarkan abu vulkanik.

Dijelaskan oleh Hermana, informasi dalam ASHTAM dikumpulkan oleh NOTAM Office AirNav Indonesia dari berbagai sumber, termasuk citra satelit Himawari-8, kamera pemantau (webcam), dan data dari Pusat Vulkanologi (PVMBG). Pada pengamatan terakhir sebelum ASHTAM dirilis, abu vulkanik pada ketinggian tinggi sulit diamati karena tertutup awan cuaca, namun prediksi pergerakan menunjukkan bahwa sebaran abu tersebut akan melemah dalam beberapa jam mendatang.

Baca Juga  Tragis! Gedung Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Roboh: Tiga Tewas, Puluhan Hilang

Di sisi lain, abu pada ketinggian rendah masih terlihat jelas dan terus bergerak ke arah tenggara. “Namun, tren saat ini menunjukkan bahwa sebaran abu vulkanik semakin menjauhi bandara-bandara di sekitarnya dan rute penerbangan yang berpotensi terpengaruh.

Lebih lanjut, Hermana menyampaikan bahwa Airnav juga mengumpulkan data dari hasil paper test yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura Indonesia dan Kantor Otoritas Bandara (Otban) di bandara-bandara terdekat, seperti Bandara Abdurrahman Saleh (Malang), Bandara YIA dan Adi Sucipto (Yogyakarta), serta Bandara Adi Sumarmo (Solo). “Alhamdulillah, semua hasilnya negatif,” ungkapnya.

Perlu diketahui, status kewaspadaan Gunung Semeru saat ini berada pada Level IV (Awas) yang ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Menanggapi hal tersebut, AirNav

Indonesia secara rutin memperbarui informasi ini secara langsung kepada pilot dan maskapai penerbangan untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga. Pembaruan rute penerbangan akan dilakukan jika diperlukan, sesuai dengan perkembangan terbaru dari pusat informasi vulkanik dan satelit cuaca.

Pilihan Editor: Alasan Pedagang Pakaian Bekas Impor Enggan Beralih ke Produk UMKM

Share :

Baca Juga

Public Safety And Emergencies

Tragedi Garut: Ledakan Amunisi Kedaluwarsa Ungkap Celah Prosedur Pemusnahan

Public Safety And Emergencies

Gempa Bumi 6,2 SR Guncang Blangpidie Aceh, Getaran Kuat Terasa Hingga Sumut

Public Safety And Emergencies

Terungkap! Gajian Rp7 Juta Sebulan dari Preman Parkir: Pengakuan Anggota Ormas

Public Safety And Emergencies

AirAsia Jamin Keamanan Armada Airbus A320: Semua Laik Terbang!

Public Safety And Emergencies

Masalah Wahana: Mencari Pihak yang Bertanggung Jawab

Public Safety And Emergencies

TNI AD Selidiki Kehadiran Warga Sipil di Lokasi Pemusnahan Amunisi

Public Safety And Emergencies

Sidang Cerai Marissa Anita Ditunda: Andrew Trigg Absen, Apa Alasannya?

Public Safety And Emergencies

Pesan terakhir Ningsih korban kebakaran Terra Drone: Ibu, mbak kejebak kebakaran