Solok, Warta-kota.com.- Anggota DPRD Kabupaten Solok sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, Hafni Hafiz, menyuarakan keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan PDAM Kabupaten Solok. Pasalnya, aliran air bersih di wilayah Alpanjang dilaporkan telah mati selama kurang lebih satu bulan tanpa penanganan yang serius.
Kondisi tersebut dinilai sudah sangat memprihatinkan karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Bahkan, persoalan krisis air bersih ini turut mendapat perhatian dari tokoh nasional asal Sumatera Barat, Gamawan Fauzi, yang ikut memberikan komentar atas penderitaan masyarakat.
“Ini bukan persoalan kecil. Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Sudah satu bulan air mati, tapi tidak ada solusi yang jelas dari PDAM” ujar Hafni Hafiz.
Ia juga menyoroti lemahnya respons PDAM Kabupaten Solok dalam menangani keluhan warga. Menurutnya, sejak Sabtu hingga Minggu, tidak terlihat aktivitas petugas PDAM di lapangan. Bantuan air yang sesekali diberikan pun dinilai tidak maksimal.
“Kalaupun ada bantuan air, itu hanya menggunakan selang pendek dan tidak menjangkau rumah-rumah warga. Ini jelas tidak menyelesaikan masalah” tegasnya.
Kritik serupa juga datang dari salah satu tokoh kabupaten solok, Ia menyampaikan kekecewaan masyarakat terhadap kinerja PDAM yang dinilai tidak profesional dan tidak peka terhadap penderitaan warga.
“Kami sudah sangat sabar. Sudah satu bulan air mati, tapi tidak ada kejelasan. Ini bukan darurat lagi, tapi sudah krisis” ujarnya.
Tokoh masyarakat yang engan di sebutkan namanya, secara tegas menyarankan kepada Bupati Solok agar segera mengambil langkah cepat dan tegas dengan mengganti Direktur PDAM Kabupaten Solok, karena dinilai gagal menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Kalau pimpinan PDAM tidak mampu bekerja dan menyelesaikan masalah masyarakat, sebaiknya diganti. Kami minta Bupati Solok jangan tinggal diam” tegasnya.
Sementara itu, Hafni Hafiz juga mempertanyakan peran jajaran direksi PDAM serta Dewan Pengawas, yang dinilai tidak menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal meskipun menerima gaji besar dari negara.
“Kemana para direktur PDAM? Di mana tanggung jawab Dewan Pengawas? Masyarakat butuh air, bukan alasan” pungkas Hafni Hafiz, Selasa 27/1/2026
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Solok untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen PDAM agar pelayanan air bersih dapat kembali normal dan kejadian serupa tidak terus berulang.
Media ini mencoba konfirmasi kepada direktur PDAM Kabupaten Solok dan Sampai berita ini di turunkan belum ada keterangan resminya dari pihak PDAM Kabupaten Solok.*”(PB07)















