Breaking News

Home / Politics

Sabtu, 17 Mei 2025 - 03:53 WIB

Atalarik Syach Bayar Rp 850 Juta & Kondisi Terkini Nikita Mirzani: 5 Berita Selebriti Terpanas

Berita populer Jumat (16/5) antara lain kesepakatan Atalarik Syach membayar ganti rugi lahan senilai Rp 850 juta, dan perkembangan terkini kondisi Nikita Mirzani.

Berikut rangkuman berita-berita penting kemarin:

  1. Atalarik Syach Sepakat Membayar Ganti Rugi Lahan Rp 850 Juta, Dicicil Tiga Bulan

Kasus sengketa tanah antara Atalarik Syach dan Dede Tasno akhirnya menemui titik terang. Atalarik setuju membayar Rp 850 juta untuk lahan seluas 550 meter persegi, sebagai syarat penghentian eksekusi.

Pembayaran dilakukan secara bertahap selama tiga bulan.

Perwakilan penggugat, Yuri Ramadhan, menjelaskan kesepakatan tersebut. “Pembayaran awal Rp 200 juta telah diterima, sisanya akan dicicil selama tiga bulan,” ungkap Yuri kepada wartawan di Cibinong, Bogor.

Awalnya, negosiasi berjalan alot karena Atalarik menawarkan pembayaran dengan BPKB mobil, yang ditolak oleh pihak penggugat.

“Atalarik menawarkan BPKB mobil senilai Rp 200 juta, tetapi kami meminta pembayaran tunai,” tegas Yuri.

Meski akhirnya mencapai kesepakatan, Yuri menyayangkan sikap Atalarik yang dianggapnya bertele-tele, merugikan pihak penggugat dan eksekutor dari Pengadilan Negeri Cibinong. “Seharusnya hal ini diselesaikan lebih cepat, tanpa menunggu sampai tahap eksekusi,” ungkap Yuri.

  1. Nikita Mirzani Ditahan Dua Bulan, Pengacara: Kondisinya Sehat

Fahmi Bachmid, kuasa hukum Nikita Mirzani, memberikan kabar terkini mengenai kondisi kliennya yang telah ditahan lebih dari dua bulan di Rutan Polda Metro Jaya atas kasus dugaan pengancaman dan pemerasan terhadap dokter Reza Gladys.

Baca Juga  Keracunan Meningkat: Prabowo Evaluasi Target Penerima Makanan Bergizi Gratis

Fahmi menyatakan Nikita dalam kondisi sehat. “Saya baru bertemu Niki, kondisinya baik. Kami membahas proses hukum yang akan berlangsung hingga 1 Juli 2025,” ujar Fahmi kepada wartawan di Kuningan, Jakarta Selatan.

Fahmi memastikan Nikita siap menghadapi proses hukum, termasuk jika kasusnya berlanjut ke persidangan.

“Nikita siap menghadapi persidangan. Jika tidak siap, ya lepaskan saja. Jangan main-main dengan proses hukum,” tegas Fahmi.

Fahmi mempertanyakan penanganan kasus Nikita dan meminta pembebasan jika bukti tidak cukup kuat untuk persidangan.

  1. Empat Kali Kecelakaan, Larasati Nugroho: Butuh Introspeksi Diri

Artis Larasati Nugroho mengalami empat kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir, dengan berbagai penyebab.

Larasati merenungkan seringnya kecelakaan yang dialaminya. “Saya perlu introspeksi diri. Kenapa saya terus mengalami kecelakaan?” ungkap Larasati.

Larasati mengaku mengalami trauma, namun bersyukur hal tersebut tidak berdampak buruk pada mentalnya. “Setelah kecelakaan, saya langsung meminta pacar saya untuk melewati jalan kejadian lagi. Saya ingin melihat penyebabnya,” ujar Larasati.

  1. Laporkan Ahmad Dhani, Rayen Pono: Saya Sejajar dengan Beliau

Rayen Pono menanggapi tudingan pansos setelah melaporkan Ahmad Dhani ke polisi. Rayen menegaskan posisinya sejajar dengan Ahmad Dhani.

“Tudingan pansos itu salah. Saya dan Ahmad Dhani berada pada posisi yang sama,” kata Rayen di Polda Metro Jaya.

Baca Juga  Mendikdasmen, Abdul Mu'ti Pidato Bahasa Indonesia di UNESCO: Kebanggaan Nasional!

Rayen melaporkan Ahmad Dhani atas dugaan penghinaan SARA dan pelanggaran UU ITE terkait penyebutan nama Rayen Pono menjadi “Rayen Porno” dalam debat publik.

Rayen menjelaskan kesetaraannya dengan Ahmad Dhani karena diundang untuk debat. “Argumentasi saya cukup mengganggu pikirannya, sehingga kami sejajar,” tuturnya.

Rayen menyatakan ada cara lain yang lebih elegan untuk pansos, dan ia melaporkan Dhani demi membela kehormatan keluarga.

  1. Produser Yulia Evina Bhara Menjadi Juri di Cannes Film Festival 2025

Produser film Indonesia, Yulia Evina Bhara, terpilih menjadi juri kompetisi Semaine de la Critique di Cannes Film Festival 2025.

Yulia bergabung dengan juri dari berbagai negara, termasuk Daniel Kaluuya (Inggris), Jihane Bougrine (Perancis-Maroko), Josée Deshaies (Kanada-Perancis), dan ketua juri, Rodrigo Sorogoyen (Spanyol).

“Saya merasa berbagai macam emosi, takut, senang, dan bangga. Indonesia mungkin dipilih karena sesuatu hal yang menarik,” kata Yulia dalam konferensi pers.

Semaine de la Critique berlangsung pada 14-22 Mei 2025, sementara Festival Film Cannes digelar pada 13-24 Mei 2025. Kompetisi ini menampilkan tujuh film panjang dan sepuluh film pendek, fokus pada film debut dan kedua.

Share :

Baca Juga

Politics

Alasan Polisi Aktif Rangkap Jabatan di Luar Polri: Investigasi Mendalam

Politics

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin: Jabat Menkopolkam Sementara

Politics

Amran Sulaiman Gugat Tempo Rp 200 Miliar: Kronologi Lengkap dan Putusan Hakim

Politics

Anggota DPR RI Alamudin Dimyati Rois Meninggal Dunia

Politics

KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Menteri di Kasus Korupsi Kemnaker

Politics

Mentan dan Kapolri Pantau Panen Raya: Rp 5 Triliun untuk Serap Jagung Petani

Politics

Pramono & Rano Karno: Mewujudkan Cita-Cita Alm. Eddie Marzuki Nalapraya

Politics

Tanggapan Ketua KWI Soal Kontroversi Paus Leo XIV