PANDEGLANG, warta-kota.com
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program unggulan pemerintah kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini, seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kategori B3 (Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita) menyampaikan keluhan terkait kualitas makanan yang diterimanya pada hari ini, Rabu, 29 April 2026, melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Labuan 004 yang berlokasi di Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh penerima manfaat yang dikonfirmasi oleh tim media ini. Dalam narasinya, warga yang identitasnya disamarkan dengan inisial A ini menunjukkan bukti rekaman video berdurasi 1 menit 59 detik yang merekam kondisi buah yang disertakan dalam paket makan siang tersebut.
“Pisangnya mentah, kulitnya juga keras dan susah dikupasnya. Daging pisangnya juga berwarna cokelat tidak seperti pisang pada umumnya yang matang,” ungkap A saat dikonfirmasi via pesan singkat.
Keluhan tidak hanya berhenti pada kondisi buah, namun juga menyangkut jenis dan porsi lauk pauk yang diterima. Dalam video lain berdurasi 1 menit 50 detik yang diserahkan kepada media, terlihat kondisi lauk yang disajikan dinilai tidak sesuai dengan harapan.
“Tahu sama dadar telurnya kecil-kecil dalam porsinya, Pak,” tambahnya lagi, menyebutkan lokasi penyaluran di Posyandu Mawar 4, Kp. Caringinlor RT. 14 RW. 04, Desa Caringin, yang bersumber dari Titik Dapur SPPG Labuan 004, Kp. Caringinlor RT. 013 RW. 004.
Menanggapi laporan tersebut, tim media segera melakukan konfirmasi kepada pihak Penanggung Jawab (PIC) di lokasi tersebut. Melalui percakapan WhatsApp dengan akun terdaftar atas nama Pandi | MBG Caringin, pihak pengelola mengaku belum mengetahui adanya keluhan tersebut.
Berikut adalah cuplikan percakapan yang terekam:
[29/4 12.56] Pandi | Mbg Caringin: “Itu info b3 dmna pak klu boleh tau.”
[29/4 12.58] Pandi | Mbg Caringin: “Oh iya tar coba saya cari tau dlu yah pak titik lokasi nya.”
[29/4 13.04] Pandi | Mbg Caringin: “Tar saya info lagi saya lagi di jalan dlu.” Jelasnya.
Sementara itu, konfirmasi juga dilakukan kepada Bapak Aceng, selaku Asisten Lapangan (Aslap) di SPPG Labuan #004. Menurut keterangannya via sambungan telepon, pihaknya telah melakukan pengecekan awal namun belum menemukan titik terang terkait sumber keluhan tersebut.
“Kami kroscek tadi, dan bertanya juga kepada semua kader B3 di Caringin. Mereka mengatakan tidak tahu adanya keluhan dari salah satu KPM. Namun demikian, kami akan bertanya dan mengumpulkan informasi dari yang lainnya,” jelas Aceng.
Sebagai informasi, Badan Gizi Nasional (BGN) selaku instansi yang membidangi program ini telah menetapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat terkait pemenuhan kualitas bahan makanan dan pelayanan kepada masyarakat.
Secara umum, standar yang berlaku mewajibkan seluruh bahan pangan yang disajikan, termasuk buah dan lauk, harus memenuhi syarat:
1. Kualitas Baik: Bebas dari kerusakan, busuk, atau kondisi yang tidak layak konsumsi. Buah harus dalam kondisi matang sempurna dan aman dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
2. Higienis: Terjaga kebersihannya dari proses pemasakan hingga penyaluran.
3. Sesuai Takaran: Porsi dan ukuran harus sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan.
Jika terbukti secara nyata terdapat pelanggaran atau kelalaian yang menyebabkan penurunan kualitas makanan, maka pihak BGN memiliki wewenang untuk memberikan tindakan lanjut berupa:
– Teguran Lisan dan Tertulis: Bagi pengelola atau vendor penyedia bahan pangan yang tidak memenuhi standar.
– Evaluasi dan Penggantian Personil: Apabila pelanggaran bersifat berulang atau merugikan masyarakat.
– Pemutusan Kerjasama: Bagi penyedia bahan makanan yang terbukti tidak memenuhi kontrak kualitas, serta dapat diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku jika terdapat indikasi penyalahgunaan anggaran atau kecurangan lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim media masih menunggu jawaban konklusif dari pihak pengelola dapur pusat SPPG Labuan #004 terkait kebenaran keluhan tersebut serta langkah apa yang akan diambil untuk memastikan mutu makanan yang disajikan tetap terjaga demi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan kategori B3.
(@/YNA)















