Penggrebekan Tempat Judi di Salah Satu Plaza Pekanbaru, Gelper-Gelper Ikut Tutup Misterius
Pekanbaru – Penggrebekan diduga tempat perjudian di salah satu Plaza di Pekanbaru dianggap memicu gelombang penutupan di sejumlah gelanggang permainan (gelper).
Beberapa Gelper seperti “Jon Ketek” dan Gelper Pokemon di Jalan Riau tampak “mati kutu”, dengan halaman parkir yang biasanya ramai kendaraan roda dua dan empat kini sepi senyap, Kamis (5/3/2026).
Diduga pengelola salah satu gelper, “Jon Ketek”, saat dikonfirmasi via chat WhatsApp oleh awak media mengaku tidak mengetahui alasan penutupan. “Gak tau juga abangku, pada intinya tutup abangku, terimakasih,” jawabnya singkat seolah ada yang ditutupi.
Warga setempat menduga penutupan ini merupakan respons antisipatif menunggu situasi mereda. “Tutupnya gelper-gelper ini seakan ada yang mengarahkan agar menunggu aman dulu,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya. Ia menuding praktik ini dikelola oknum aparat penegak hukum (APH) yang mencari keuntungan dari sarang perjudian terselubung.
Pertanyaan pun mengemuka: Jika gelper bukan judi, mengapa langsung tutup usai penggrebekan di 88 Plaza? Apakah ada instruksi dari oknum APH agar tutup sementara, lalu buka lagi setelah situasi dianggap aman?
Pemberitaan soal gelper di Pekanbaru memang tak pernah surut, namun tempat-tempat ini kerap lolos dari jerat hukum. “Kita lihat saja nanti, tak lama setelah tutup, mereka buka lagi. Sudah ada yang mengatur itu semua,” tambah warga tersebut.
Ia berharap Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum segera turun tangan menindak bawahan yang diduga mengotori tugas mulia kepolisian.
(sangek)














