Jember, 2 April 2026 – Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026.
Penegasan tersebut disampaikan usai dirinya menghadiri rapat paripurna DPRD Jember, Kamis (2/4/2026). Fawait mengaku baru menerima informasi bahwa pemerintah pusat membatalkan rencana kenaikan harga BBM.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan langkah strategis di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang tidak stabil. Ia menyebutkan, sejumlah negara bahkan telah lebih dulu menaikkan harga BBM akibat tekanan global tersebut.
“Ini langkah luar biasa dari pemerintah pusat di tengah kondisi global saat ini,” ujarnya.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu memastikan masyarakat tidak perlu khawatir. Ia menegaskan bahwa selain tidak ada kenaikan harga, ketersediaan BBM di wilayah Jember juga dalam kondisi aman dan tidak mengalami kelangkaan.
Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM secara bijak dan tidak berlebihan. Pasalnya, konsumsi yang tidak terkontrol akan berdampak pada meningkatnya beban anggaran negara, khususnya untuk subsidi energi.
Sebagai bentuk komitmen penghematan energi, Pemerintah Kabupaten Jember mulai menerapkan penggunaan kendaraan secara kolektif dalam berbagai kegiatan dinas.
Selain itu, Pemkab Jember juga menyatakan kesiapan untuk melaksanakan kebijakan Work From Home (WFH) sesuai arahan pemerintah pusat sebagai bagian dari strategi efisiensi energi.
(Dang)















