Pandeglang, warta-kota.com – Warga Kampung Pelopor, Desa Gombong, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, mengancam akan menggelar aksi demonstrasi terhadap pelaksana proyek Tol Serang-Panimbang. Aksi ini merupakan bentuk protes atas banjir yang terus-menerus melanda wilayah mereka sejak awal tahun 2026.
Menurut keterangan warga, banjir telah terjadi sebanyak tiga kali dan merendam puluhan rumah serta fasilitas umum di dua RT. Mereka menduga banjir disebabkan oleh tersendatnya aliran drainase akibat aktivitas pengerjaan proyek tol. Warga mengeluhkan bahwa sebelum adanya proyek tol, air dari saluran drainase memang pernah meluap saat musim hujan, namun segera surut kembali. Kini, banjir menjadi lebih parah dan berlangsung lebih lama. Jum’at (13/2/2026).
Ketua RW 05 Kampung Pelopor membenarkan keluhan warganya dan menyatakan telah menyampaikan masalah ini kepada pihak perusahaan pelaksana proyek. Warga menuntut pertanggung jawaban dari pihak pelaksana atas dampak banjir yang mereka alami.
Humas perusahaan pelaksana proyek Tol Serang-Panimbang mengakui adanya kesalahan teknis dalam pengerukan aliran drainase di sekitar pemukiman warga. Kendala utama terletak pada ujung pembuangan saluran air yang berada di luar wilayah desa. Pihak perusahaan berjanji akan segera melakukan musyawarah dengan warga terdampak dan melakukan normalisasi aliran drainase.
Ketua Karang Taruna Desa Gombong, Ridwan, menyatakan akan berupaya memfasilitasi keluhan warga dan menyampaikan aspirasi mereka kepada pihak pelaksana pembangunan proyek Tol Serang-Panimbang. Diharapkan, masalah ini dapat segera diselesaikan agar warga Kampung Pelopor tidak lagi mengalami banjir dan aktivitas proyek tol tidak terhambat. (YNA)














