Solok — Upaya penanganan bencana di Kabupaten Solok terkendala akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi dalam dua hari terakhir. Kondisi ini membuat sejumlah kendaraan operasional sulit bergerak ke lokasi terdampak banjir dan longsor.
Dua SPBU di wilayah tengah Kabupaten Solok, yakni SPBU Koto Baru dan SPBU di Nagari Guguak, dilaporkan kehabisan stok Pertamax dan Premium sejak dua hari lalu. Sebelumnya, kelangkaan hanya terjadi pada jenis Solar, namun kini situasinya semakin meluas hingga mengganggu aktivitas masyarakat dan layanan pemerintah.
Setda Kabupaten Solok, Medison, menyampaikan bahwa kelangkaan BBM ini berdampak langsung pada mobilitas petugas di lapangan. Sabtu 6/12/2025
“Para petugas penanggulangan bencana mengalami kesulitan untuk bergerak karena tidak tersedianya bahan bakar. Kendaraan dinas yang menggunakan Pertamax sudah dua hari tidak bisa mendapatkan pasokan,” ujarnya.
Menurut Medison, pemerintah daerah saat ini sedang fokus penuh pada penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah. Keterbatasan BBM menyebabkan proses evakuasi, pendistribusian logistik, serta asesmen kerusakan berjalan lebih lambat dari yang seharusnya.
Tidak hanya menghambat kerja pemerintah, kelangkaan BBM juga mulai dirasakan masyarakat. Sejumlah pelaku usaha kecil, transportasi umum, serta angkutan barang mengeluhkan sulitnya memperoleh bahan bakar, yang berdampak pada aktivitas ekonomi setempat.
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Pemkab Solok meminta Pertamina untuk segera melakukan suplai BBM ke wilayah Kabupaten Solok.
“Kami berharap Pertamina bisa segera memasok BBM, khususnya Pertamax, Premium, dan Solar, agar kegiatan penanganan bencana dapat berjalan lancar” kata Medison.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait sambil memantau kondisi pasokan BBM di seluruh SPBU di Kabupaten Solok.**(PB07)















