Breaking News

Home / Finance

Minggu, 30 November 2025 - 15:51 WIB

Harga Tembaga Meroket: Kekhawatiran Pasokan Global Picu Kenaikan Signifikan

warta-kota.com  JAKARTA. Kontrak berjangka tembaga di Amerika Serikat menunjukkan kekuatan, melampaui US$ 5,1 per pon, dan mencoba menembus level puncak yang terakhir kali terlihat empat bulan lalu. Kekhawatiran mengenai ketersediaan pasokan yang menipis menjadi pendorong utama kenaikan ini. 

Berdasarkan data dari Tradingeconomics, yang dilansir pada hari Minggu (30/11), serangkaian kendala operasional di berbagai pertambangan milik produsen tembaga terkemuka di dunia telah mendorong para penjual untuk menaikkan banderol harga mereka selama periode kuartal keempat. 

Baca Juga  S&P 500 dan Nasdaq Terkoreksi Akibat Kekhawatiran Valuasi Saham AI

Salah satu faktor penting adalah insiden tragis di tambang Grasberg yang dikelola oleh Freeport-McMoRan di Indonesia. Kejadian ini menyebabkan penghentian sementara aktivitas operasional, yang berdampak pada lebih dari 3% pasokan tembaga dunia. Selain itu, terdapat indikasi bahwa produksi di Chili dan Peru akan mengalami perlambatan pemulihan akibat gelombang aksi protes yang berkelanjutan di kedua negara tersebut. 

Konsekuensinya, perusahaan tambang milik negara Chili, Codelco, menawarkan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada para pembeli di Tiongkok. Langkah ini mengindikasikan adanya potensi perubahan strategi untuk memprioritaskan konsumen di Amerika Serikat. 

Baca Juga  Waspada! Dana Asing Diprediksi Cabut Hingga 2025, Ini Saham Pilihan Analis!

Harga kontrak berjangka tembaga, serta logam dasar lainnya, juga mendapatkan dorongan dari perkiraan bahwa Federal Reserve AS kemungkinan akan kembali menurunkan suku bunga pinjaman pada tahun ini. Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung prospek para produsen dalam negeri dan meredakan tekanan pada komoditas yang dihargakan dalam dolar.

Share :

Baca Juga

Finance

Tanda-Tanda V-Belt Motor Harus Diganti: Panduan Lengkap Waktu dan Perawatan

Finance

Dolar AS Melemah, Rupiah Berpotensi Menguat Imbas Sinyal The Fed

Finance

Harga Emas Antam Anjlok 25,83% per Tahun: Update Harga Terbaru 20 Mei 2025

Finance

IHSG Terkoreksi: AKRA, AMRT, AMMN Tertekan di LQ45

Finance

Strategi Lo Kheng Hong: Saham Blue Chip Wajib Beli atau Jual? Panduan Investor Receh

Finance

Wall Street Merosot: Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Tertekan Ketidakpastian Tarif

Finance

Penculikan Kepala Cabang BRI: Modus Pemindahan Dana Rekening Dormant Terungkap!

Finance

Intip Pergerakan Asing: Saham Pilihan Net Sell & Net Buy September 2025