Breaking News

Home / Finance

Rabu, 21 Mei 2025 - 00:53 WIB

Strategi Lo Kheng Hong: Saham Blue Chip Wajib Beli atau Jual? Panduan Investor Receh

warta-kota.com JAKARTA. Lo Kheng Hong, investor kenamaan, termasuk di antara pemegang saham utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN. Apakah langkah ini patut ditiru oleh investor ritel?

Saham PGAS tercatat sebagai salah satu komponen Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks LQ45 terdiri dari 45 saham unggulan dengan kapitalisasi pasar mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah.

Berdasarkan data Biro Administrasi Efek dalam keterbukaan informasi BEI per 8 Mei 2025, free float PGAS mencapai 43,01%.

Investor individu Indonesia berkontribusi 9,29% secara total. Dana pensiun memegang 5,04%, kelompok asuransi 2,49%, reksadana 2,20%, dan sisanya merupakan berbagai kelompok investor lainnya.

Penjualan BYD Salip Honda, Simak Harga Atto Sealion Dolphin M6 Seal Denza Mei 2025

Daftar pemegang saham PGAS juga mencakup nama-nama besar, baik domestik maupun internasional. Laporan keuangan 2024 menunjukkan BPJS Ketenagakerjaan memiliki 4,6% saham PGAS.

Baca Juga  Kinerja JPFA Tertekan Semester I-2025, Tapi Saham Menguat Jelang Public Expose

Kemudian, Panin Sekuritas memegang 1,91%, Vanguard 1,69%, dan Petronas 1,27%. Lo Kheng Hong sendiri tercatat memiliki 1,09% saham PGAS, melampaui kepemilikan Sucorinvest (0,85%) dan Blackrock (0,81%).

Rekomendasi saham PGAS

Nafan Aji Gusta, analis pasar senior Mirae Asset Sekuritas, mengamati semakin beragamnya komposisi pemegang saham sebagai indikasi meningkatnya minat investor.

“Kemungkinan, para investor juga mempertimbangkan prospek jangka panjang yang masih menjanjikan, terutama dalam memenuhi kebutuhan gas bumi domestik,” ujar Nafan pada Selasa (20/5).

Menurut Nafan, PGAS berperan krusial dalam penyediaan gas bumi di dalam negeri. Salah satunya melalui penyaluran gas pipa yang menghasilkan produk turunan baru.

“Namun, tantangan PGAS juga berasal dari ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan gas pipa akibat kelangkaan dari beberapa sumber di hulu,” jelas Nafan.

Baca Juga  Irvian Bobby Dijuluki 'Sultan' oleh Immanuel Ebenezer: Ini Alasannya!

Tonton: Akan Kembali Investasi di Sektor Hulu Migas, Shell Dikabarkan Kaji Beberapa Wilayah

Nafan memproyeksikan target harga PGAS di Rp 2.210 per saham, dengan support di kisaran Rp 1.610 dan Rp 1.565. Hingga penutupan perdagangan Selasa (20/5), harga PGAS berada di Rp 1.725.

Hendra Wardana, pengamat pasar modal, menambahkan bahwa semakin beragamnya investor PGAS menjadi sinyal positif bagi investor ritel dan institusi yang melihat prospek jangka panjang PGAS sangat menjanjikan.

Salah satu daya tarik PGAS, menurut Hendra, adalah dividennya yang menawarkan yield hingga 10%, menjadikannya emiten dengan imbal hasil dividen tertinggi.

Mobil Listrik BYD Makin Laris, Cek Harga Atto Dolphin M6 Seal Denza Sealion Mei 2025


Share :

Baca Juga

Finance

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

Finance

Mobil Dinas Ridwan Kamil Disita KPK: Hilang dari LHKPN, Kini di Bengkel

Finance

Irvian Bobby Dijuluki ‘Sultan’ oleh Immanuel Ebenezer: Ini Alasannya!

Finance

Ini Progres Proyek Tambang Emas Pani dari Merdeka Gold Resources (EMAS)

Finance

Investasi SBN Domestik: Mengapa Pasar Tetap Menarik dan Faktor Pendorongnya

Finance

Pertumbuhan Pasar Kripto Indonesia: CFX Dorong Inovasi dan Regulasi yang Kuat

Finance

Kesepakatan Dagang AS-China: IHSG Naik? Analisa & Prospek Terbaru

Finance

Ganti Oli Rem Mobil Setiap 2 Tahun? Waspadai Tanda-Tanda Ini!