Breaking News

Home / Finance

Jumat, 21 November 2025 - 11:51 WIB

IHSG Terkoreksi: Analisis Sentimen Pasar Akhir Pekan Ini

warta-kota.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan terakhir pekan ini dengan catatan penurunan tipis pada hari Jumat (21 November 2025).

Penutupan indeks berada pada level 8.414,35, menunjukkan penurunan sebesar 0,07%. Walaupun demikian, secara keseluruhan, IHSG masih mampu membukukan kenaikan mingguan sejumlah 16,21 poin, setara dengan 0,19%.

Kinerja Reksadana Saham Melesat, Didorong Rally IHSG dan Rebound Saham Blue Chip

Menurut Herditya Wicaksana, seorang Analis Teknikal dari MNC Sekuritas, dinamika pergerakan IHSG sepanjang minggu ini dipengaruhi oleh perpaduan sentimen yang berasal dari dalam negeri dan global. Ia menyoroti keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga BI Rate pada level 4,75% selama bulan Oktober sebagai salah satu pemicu yang menjaga kestabilan pasar.

Baca Juga  Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 diperkirakan 5,2 persen

“Keputusan BI Rate untuk tetap berada di angka 4,75% menjadi faktor krusial karena memberikan indikasi stabilitas moneter, dan ini terbukti cukup signifikan dalam menopang pergerakan positif IHSG sepanjang pekan ini,” ungkap Herditya kepada Kontan, Jumat (21 November 2025).

Dari sisi eksternal, kebijakan yang diambil oleh bank sentral Amerika Serikat juga turut memberikan pengaruh terhadap sentimen pasar. Diperkirakan bahwa Federal Reserve cenderung untuk mempertahankan suku bunga acuannya di angka 4% pada bulan Desember mendatang.

IHSG Menguat Tipis 0,19% ke 8.414 Sepekan Terakhir, Ini Kata Analis

Terlepas dari hal tersebut, arus modal asing kembali tercatat masuk dengan volume yang cukup signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun hingga hari Kamis (20 November 2025), tercatat adanya inflow asing sebesar Rp3,8 triliun yang berperan penting dalam menopang pergerakan IHSG menjelang penutupan akhir pekan.

Baca Juga  IHSG terkoreksi 0,12% ke 8.649, cek saham net buy terbesar asing di awal pekan ini

Herditya menambahkan bahwa masuknya aliran dana asing memberikan ruang bagi penguatan, meskipun aksi ambil untung yang terjadi pada hari Jumat menyebabkan IHSG mengalami koreksi tipis.

Dari sudut pandang teknikal, Herditya berpendapat bahwa secara tren, IHSG masih berada dalam jalur penguatan jangka menengah. Meskipun fluktuasi jangka pendek mungkin saja terjadi seiring dengan dinamika yang terjadi secara global, arah pergerakan indeks secara keseluruhan masih terlihat cukup konstruktif.

Share :

Baca Juga

Finance

Pemerintah Tambah Rp 100 Triliun untuk Program Makan Bergizi Nasional

Finance

Low Tuck Kwong: Analisis Mendalam Saham dan Kinerja Perusahaan

Finance

Tebar Dividen Rp 21 Miliar, Ini Jadwal Lengkap Pembayaran Dividen Segar Kumala (BUAH)

Finance

Luhut Buka Suara: Bantah Keterkaitan dengan Toba Pulp Lestari

Finance

Prospek Cerah: Yield SUN Turun, Pasar Obligasi Korporasi Bergairah

Finance

Panduan Lengkap: Jenjang Karir Perbankan dan Estimasi Gaji Terbaru

Finance

Donald Trump Picu Kekhawatiran, Wall Street Terjun Bebas!

Finance

Pemerintah Indonesia Pinjam Dana Rp304 Triliun di Bulan April: Rincian dan Dampaknya