Breaking News

Home / Sports

Selasa, 18 November 2025 - 23:54 WIB

Ivar Jenner: Adaptasi Strategis di Laga Uji Coba Timnas Indonesia U-23

Ivar Jenner, kapten Timnas U-23 Indonesia, memuji skuad Garuda Muda di bawah arahan Indra Sjafri sebagai tim yang memiliki kekayaan taktik. Pemain tersebut kembali tampil penuh dalam laga uji coba kedua jelang SEA Games 2025 Thailand, yang berakhir imbang 2-2 melawan Mali di Stadion Pakansari, Bogor, pada Selasa, 18 November.

“Hari ini, kami berhasil membuktikan bahwa kami adalah tim yang sangat solid. Seperti yang telah Anda saksikan, kami tidak terpaku pada satu taktik tunggal. Kami memiliki beragam pendekatan taktis yang siap kami terapkan di pertandingan SEA Games nanti,” ujar Ivar dalam konferensi pers usai pertandingan di Stadion Pakansari, Selasa.

Dalam dua pertandingan uji coba melawan Mali, yang menghasilkan satu kekalahan dan satu hasil seri bagi Timnas U-23 Indonesia, Ivar menunjukkan fleksibilitasnya dengan menjalankan dua peran yang berbeda.

Pada pertandingan pertama yang berujung kekalahan 0-3 pada hari Sabtu, Ivar ditugaskan sebagai gelandang bertahan “nomor 6” dengan sistem empat bek dalam formasi yang ia deskripsikan sebagai “4-3-3”. Dalam sistem ini, fokus utamanya adalah mematahkan serangan lawan dan memberikan perlindungan bagi lini pertahanan.

Baca Juga  Timnas Indonesia Berjuang, Oman Curi Poin: Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026 Terbaru

Selain itu, perannya dalam sistem ini mencakup mendistribusikan bola untuk memulai serangan tim. Dalam formasi ini, Indra menempatkan Ananda Raehan dan Rafael Struick sebagai gelandang serang di depan Ivar.

“Saya berada di antara para pemain bertahan untuk sesekali membentuk formasi 5-4-1, seperti yang telah kami latih, dan itu berjalan dengan sangat baik. Lalu, dengan formasi 4-3-3 di pertandingan pertama, terkadang saya bisa turun ke belakang.”

“Jadi, kadang saya bertransformasi menjadi bek tengah. Ya, pelatih memberi saya kebebasan dalam peran itu agar saya bisa merebut bola, menguasai bola, dan mengalirkan bola,” jelas Ivar mengenai perannya di laga pertama.

Pada pertandingan kedua, Ivar berduet dengan Rivaldo Pakpahan dalam sistem lima bek (5-2-3) saat bertahan dan 3-4-3 saat menyerang. Dalam sistem ini, ia berbagi tanggung jawab dengan Rivaldo untuk mengontrol tempo permainan, menghubungkan lini pertahanan dan penyerangan, serta membantu merebut bola dari penguasaan lawan.

“Saya rasa, sebagai tim, bekerja sama dengan Rivaldo di lini tengah, pemain yang bagus, meskipun baru pertama kali bermain bersama,” ungkapnya.

Baca Juga  Tiket Pertandingan Timnas Indonesia vs Tiongkok: Antusiasme Suporter Pecahkan Rekor!

Menanggapi pernyataan Ivar, Indra Sjafri menjelaskan bahwa untuk pertandingan malam itu, ia menerapkan pendekatan taktik yang bervariasi, disesuaikan dengan situasi yang dihadapi oleh timnya.

Ia menekankan bahwa filosofi bermain yang menjadi preferensinya adalah “possession progressive“. Namun, dalam implementasinya di lapangan, ia akan mencermati cara bermain lawan, serta mempertimbangkan kualitas yang dimiliki oleh para pemainnya.

“Contohnya saat melawan Mali, kami tidak selalu melakukan pressing tinggi. Kami memilih untuk sedikit menunggu dan bermain dengan serangan balik, bahkan beberapa kali kami sengaja memancing mereka untuk bermain lebih dalam. Kami menunggu di area pertahanan dan melancarkan serangan balik,” jelas Indra mengenai pendekatan permainan timnya malam itu.

“Dan saya pikir, karena memang para pemain kita, terutama anak-anak Indonesia, memiliki kecepatan, mengapa kita tidak memaksimalkan potensi tersebut. Inilah yang akan terus kami kembangkan. Tentu saja, cara bermain yang sesuai dengan kualitas pemain yang tersedia,” tambahnya.

Pilihan Editor: Sosok Ideal Pelatih Tim Nasional

Share :

Baca Juga

Sports

Vietnam Soroti Kekuatan Timnas Indonesia Jelang Kualifikasi Piala Dunia!

Berita Utama

Jambak Tumbangkan Kutianyia 2–1 di Hari Kedua Turnamen Antar Suku Nagari Talang

Sports

Paolo Di Canio Ungkap Masalah Inkonsistensi AC Milan di Serie A

Sports

Kekalahan Mengejutkan! Manchester City Dihancurkan Brighton, Start Terburuk Guardiola

Sports

Kakang Rudianto: Bahagia Dua Kali Lipat, Antar Persib Konvoi & ASEAN All-Stars Kalahkan MU

Sports

Barito Putera Terpuruk: Nazar Akui Sakit Hati Lihat Kondisi Tim

Sports

Bagnaia Tolak Tiru Marquez: Ducati Motor MotoGP-nya Unik dan Spesial

Sports

Megawati Marah Besar, Media Korea Soroti Reaksi Keras Terkait Kegagalan Petrokimia di Proliga 2025