Breaking News

Home / Public Safety And Emergencies

Minggu, 2 November 2025 - 05:51 WIB

Terungkap: Kronologi Lengkap Kasus Orang Hilang Pasca Demo Agustus, Kerangka Ditemukan di Kwitang

Penemuan dua kerangka manusia yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan, hangus terbakar, di dalam Gedung Astra Credit Companies (ACC), Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, mengundang berbagai spekulasi. Peristiwa tragis ini terjadi setelah gedung tersebut dilalap api oleh massa yang melakukan demonstrasi yang berubah menjadi kerusuhan di depan Markas Komando Brigade Mobil, Kwitang, Jakarta Pusat, pada tanggal 2 September 2025 lalu.

Tim Dokter Kepolisian Republik Indonesia berencana melakukan perbandingan DNA dari kedua kerangka yang ditemukan dengan data DNA Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputradewo, dua individu yang dilaporkan hilang sejak demonstrasi yang terjadi pada bulan Agustus lalu. Sebagai tindak lanjut, pihak kepolisian telah mengirimkan kedua kerangka tersebut ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, guna menjalani serangkaian pemeriksaan forensik. Sampel DNA dari keluarga Farhan dan Reno juga telah dikumpulkan untuk dianalisis dan dicocokkan dengan DNA kerangka.

Setelah demonstrasi yang pecah sekitar dua bulan yang lalu, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mencatat adanya 44 laporan terkait orang hilang. Laporan-laporan ini berasal dari berbagai lokasi di seluruh kota dan kabupaten, termasuk wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Bandung, Bogor, Depok, dan Karawang.

Secara garis besar, KontraS mengklasifikasikan laporan korban hilang ke dalam dua kategori utama. Terdapat 33 orang yang dikategorikan sebagai korban penghilangan paksa, yang berarti mereka ditahan secara sengaja dan tanpa izin oleh pihak berwenang. Sementara itu, delapan orang lainnya dilaporkan hilang kontak dengan pihak pelapor bukan karena penghilangan paksa, melainkan karena adanya miskomunikasi atau kesalahpahaman.

Hingga tanggal 10 September 2025, KontraS melaporkan bahwa 41 orang telah berhasil ditemukan, sementara tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang. Mereka adalah Farhan, Reno, dan Bima Permana Putra. Namun, pada hari Rabu siang, tanggal 17 September 2025, pihak kepolisian mengumumkan bahwa Bima telah ditemukan sedang menjual mainan barongsai di Klenteng Eng Ang Kiong, Jalan R.E Martadinata, Kota Malang, Jawa Timur. Selama kerusuhan di akhir Agustus lalu, Bima terakhir kali terlihat di sekitar wilayah Kwitang.

Baca Juga  Daftar korban tewas dan luka kecelakaan bus di Semarang

Dengan demikian, masih terdapat dua orang yang belum ditemukan sejak demonstrasi tersebut. Pihak kepolisian sebelumnya telah menyatakan bahwa mereka masih terus mencari keberadaan Farhan dan Reno. Keduanya dilaporkan terakhir terlihat saat aksi unjuk rasa berlangsung di depan Mako Brimob, Kwitang.

“Kami mohon waktu dan dukungan doa dari seluruh masyarakat. Tim gabungan kami masih terus bekerja keras,” ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Brigadir Jenderal Ade Ary Syam Indradi, di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 9 Oktober 2025.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menghubungi pihak kepolisian jika memiliki informasi terkait keberadaan Reno dan Farhan. Beliau menambahkan bahwa masyarakat dapat menghubungi call center 110 atau melalui nomor pengaduan yang tersedia di posko orang hilang.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, sebelumnya menyatakan bahwa petunjuk mengenai keberadaan dua orang yang masih hilang tersebut sudah mulai terungkap. “Kami sudah mendapatkan tanda-tanda, kami sudah bisa mengetahui keberadaan mereka, tetapi untuk saat ini belum bisa kami ungkapkan,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers pada Jumat, 26 September 2025.

Menurut Yusril, kedua orang hilang tersebut diduga tidak terlibat secara langsung dalam rangkaian demonstrasi yang terjadi. “Kemungkinan besar mereka juga tidak terlibat langsung dalam demonstrasi yang terjadi,” jelasnya.

Baca Juga  Korban kebakaran Terra Drone tewas karena terjebak di gedung

Namun, ia menegaskan bahwa belum dapat memberikan informasi lebih rinci mengenai kedua orang tersebut. Ia berjanji akan memberikan penjelasan lebih lanjut jika Farhan dan Reno sudah berhasil ditemukan. “Informasi lengkap akan kami umumkan setelah mereka ditemukan,” kata Yusril.

Pada hari Kamis, tanggal 30 Oktober 2025, dua kerangka manusia ditemukan terkubur di plafon gedung ACC yang terbakar. “Kondisinya sangat memprihatinkan, hangus terbakar sehingga sulit dikenali,” ujar Kepala Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro, saat dihubungi pada hari Jumat, tanggal 31 Oktober 2025.

Laporan mengenai penemuan kerangka tersebut diterima oleh pihak kepolisian dari tim teknis gedung ACC yang sedang melakukan pemeriksaan konstruksi sebagai persiapan untuk merenovasi gedung tersebut. Kepala Rumah Sakit Polri, Brigadir Jenderal dr. Prima Heru Y., membenarkan adanya pengiriman jenazah dari Kepolisian Sektor Senen. “Benar, jenazah dikirim dari Polsek Senen dalam bentuk kerangka,” ujarnya melalui pesan singkat.

Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik yang sedang berlangsung. “Kami masih menunggu hasil dari tim kedokteran forensik RS Polri,” kata Susatyo.

Berdasarkan pengamatan Tempo pada hari Jumat kemarin, gedung ACC Kwitang terlihat masih belum diperbaiki setelah mengalami kebakaran akibat aksi massa. Gerbang menuju gedung tertutup rapat dari kedua sisi. Dari luar gedung, tidak terlihat adanya garis polisi yang dipasang. Pihak Tempo tidak mendapatkan izin untuk melihat kondisi gedung dari dalam.

Nabiila Azzahra dan Vedro Imanuel Girsang berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan Editor: Dua “Orang Hilang” saat Demo di Jakarta Kabur karena Ingin Mandiri

Share :

Baca Juga

Public Safety And Emergencies

Eddie Nalapraya, Mantan Wagub Jakarta dan Maestro Pencak Silat, Tutup Usia

Public Safety And Emergencies

Polri Kerahkan Personel Evakuasi Korban Bencana Banjir dan Longsor Bali

Public Safety And Emergencies

Pengungsi Aceh Tamiang kesulitan air bersih, buang air besar di tanah – “Saya pakai genangan banjir”

Public Safety And Emergencies

Ledakan Dahsyat Guncang Lahore Pakistan, Sehari Setelah Operasi Sindoor

Public Safety And Emergencies

DPR Panggil Panglima TNI Usai Ledakan Amunisi Garut: Investigasi Mendalam Dilanjutkan

Public Safety And Emergencies

Arab Saudi Perketat Pengawasan Jemaah Haji Indonesia Usai Tangkap Jemaah Ilegal

Public Safety And Emergencies

Evakuasi Dramatis Nelayan di Kepulauan Seribu: Kapal Rusak, Baut Kemudi Patah

Public Safety And Emergencies

Immanuel Ebenezer Terbaru: OTT KPK Jerat Menteri dan Wakil Menteri