Solok, Warta-kota.com.- Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok, Zulmarnus, S.Pd, menegaskan bahwa dirinya bukan mundur dari jabatan, melainkan memasuki masa purna bakti. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi di Koto Baru pada Rabu (10/9/2025), menanggapi kabar yang sempat beredar terkait pengunduran dirinya.
Menurut Zulmarnus, jabatan adalah amanah dan takdir dari Tuhan melalui pimpinan. Karena itu, seseorang bisa menjabat maupun berhenti dari jabatan bukan semata kehendak pribadi, melainkan ketentuan Tuhan dengan berbagai macam proses.
“Jabatan itu amanah dari Tuhan melalui pimpinan, dan berhenti dari jabatan juga bagian dari takdir. Saya tidak mundur, tetapi memang sudah memasuki masa purna bakti,” ujarnya.
Ia menceritakan bahwa ketika dulu memutuskan beralih dari jalur fungsional ke struktural, ada empat motivasi utama yang menjadi dasar langkahnya. Pertama, pesan orang tua bahwa rajin sekolah akan membawa dirinya bekerja di kantor. Kedua, keinginan untuk naik pangkat karena saat menjadi kepala sekolah ia sudah lama berada pada pangkat yang sama. Ketiga, ingin pensiun lebih cepat dibandingkan jika bertahan sebagai guru. Keempat, berharap jabatan yang diemban bisa bermanfaat bagi banyak orang.
“Alhamdulillah semua itu sudah tercapai. Ditambah lagi anak-anak saya sudah berhasil di bidangnya masing-masing. Jadi bagi saya tidak ada yang perlu disesali,” tambahnya.
Menanggapi isu gonjang-ganjing mutasi pejabat di Kabupaten Solok, Zulmarnus memilih tidak mempermasalahkannya. Ia menilai mutasi, promosi, maupun pergeseran jabatan adalah hal lumrah dalam penyempurnaan struktur organisasi pemerintahan. Yang terpenting menurutnya adalah roda pemerintahan tetap berjalan dan pelayanan masyarakat tidak terganggu.
“Bagi saya, yang lebih penting dari semua ini adalah rasa hormat dan loyalitas kepada pimpinan, serta menjaga hubungan baik sebagai sahabat,” tegasnya.
Zulmarnus juga mengungkapkan kedekatannya dengan keluarga Bupati Solok Jon Firman Pandu. Ia bercerita bahwa sejak 1986 dirinya sudah mengenal ayah dari Bupati, bahkan pernah diobati langsung saat sakit amandel.
“Papa beliau berteman dengan kakak saya, jadi sering datang ke rumah orang tua saya. Dari situ hubungan baik itu terjalin hingga sekarang,” ungkapnya.**(PB07)















