“`html

warta-kota.com: Sebuah tudingan keras dilayangkan pejabat Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF), menyebut Malaysia tengah melakukan ‘sandiwara’ untuk menutupi skandal naturalisasi palsu yang telah dibongkar FIFA.
Kini, Federasi Vietnam tengah menantikan perkembangan lebih lanjut dari kasus naturalisasi ilegal yang menjerat Federasi Malaysia (FAM), sebuah kasus yang berhasil diungkap oleh FIFA.
Tidak dapat dipungkiri, Vietnam menjadi pihak yang paling diuntungkan dengan terkuaknya kasus ini, mengingat kekuatan Malaysia yang signifikan dalam Kualifikasi Piala Asia 2027.
Dengan pemain-pemain naturalisasi yang kini terkena sanksi FIFA, mereka tidak dapat berpartisipasi dalam aktivitas sepak bola selama periode 12 bulan ke depan, atau satu tahun penuh.
Isu mengenai kelayakan pemain-pemain tersebut kini telah dilimpahkan ke Pengadilan Sepak Bola FIFA, dengan harapan mendapatkan pertimbangan yang lebih mendalam.
Vietnam tentu saja berharap agar keputusan FIFA terkait tujuh pemain naturalisasi Malaysia tetap konsisten, bahkan mungkin lebih berat.
Tidak hanya Federasi Malaysia yang terancam, tim nasional Harimau Malaya juga berpotensi mengalami dampak yang paling merugikan dalam sejarah sepak bola mereka.
Konsekuensi tersebut bisa termasuk larangan berpartisipasi dalam Kualifikasi Piala Asia 2026 serta turnamen-turnamen lain di bawah naungan FIFA maupun AFC.
Inilah yang tengah dinantikan oleh Vietnam, dengan salah satu pejabat federasinya yang tampak cukup yakin akan adanya hukuman yang pantas untuk Malaysia.
CEO Timnas Malaysia Terkejut Kasus Naturalisasi Palsu Terungkap: Momen Krusial!
Pejabat tersebut bahkan menuding bahwa klaim FAM, yang menyatakan FIFA sebelumnya telah menyetujui permohonan naturalisasi pemain, hanyalah upaya untuk menyembunyikan fakta sebenarnya.
“Setelah keputusan FIFA diberlakukan, Komite Disiplin AFC akan melakukan peninjauan dan memutuskan mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh FAM,” demikian pernyataan dari VFF.
Pejabat VFF, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, berbagi pengalamannya saat mengurus proses naturalisasi Rafaelson, yang kini dikenal sebagai Nguyen Xuan Son.
Menurutnya, FIFA hanya memberikan rekomendasi agar asosiasi anggota mematuhi semua peraturan yang berlaku, tanpa memberikan komentar spesifik mengenai dokumen-dokumen yang telah diserahkan.
FIFA menegaskan bahwa federasi sepak bola nasional yang bersangkutan bertanggung jawab penuh atas keakuratan dokumen-dokumen yang telah didaftarkan.
“Kenyataannya, pernyataan FAM yang mengklaim bahwa FIFA menyetujui permohonan naturalisasi tujuh pemain yang melanggar aturan hanyalah upaya untuk menutupi kebenaran.”
“Biasanya, FIFA hanya merekomendasikan agar asosiasi anggota mematuhi semua peraturan yang ada,” ujar pejabat VFF yang enggan disebutkan namanya.
Pejabat ini kemudian menceritakan pengalamannya saat mengajukan proses naturalisasi Rafaelson, atau Nguyen Xuan Son, dan menanyakan hal yang sama mengenai dokumen-dokumen yang diserahkan.
Dukungan Publik Vietnam Mengalir Setelah Indonesia Disalahkan oleh Malaysia dalam Kasus Naturalisasi
Menurutnya, FIFA tidak memberikan jawaban pasti apakah dokumen-dokumen yang diserahkan tersebut akurat atau tidak.
Namun, FIFA dengan tegas menyatakan bahwa tanggung jawab penuh atas keabsahan dokumen-dokumen tersebut berada di tangan federasi yang mengajukan permohonan.
Inilah kesalahan fatal yang dilakukan oleh Federasi Malaysia terhadap FIFA, yang kemudian memicu munculnya sanksi yang dianggap tidak masuk akal.
“Tahun lalu, ketika tim nasional Vietnam melakukan naturalisasi terhadap Nguyen Xuan Son, VFF mengajukan pertanyaan yang sama kepada FIFA.”
“Dan FIFA tidak menjawab apakah dokumen-dokumen yang diserahkan akurat atau tidak; mereka hanya menetapkan.”
“Bahwa federasi sepak bola nasional harus bertanggung jawab sepenuhnya atas keakuratan dokumen-dokumen yang telah didaftarkan.”
“`















