Breaking News

Home / Public Safety And Emergencies

Minggu, 9 November 2025 - 02:51 WIB

SMAN 72: Update Terkini Kondisi Korban dan Temuan Ledakan

UPAYA PEMULIHAN korban dan proses investigasi mendalam terkait insiden ledakan yang mengguncang SMAN 72 Jakarta terus menjadi prioritas utama bagi pemerintah dan jajaran Kepolisian. Memasuki hari kedua pasca-kejadian tragis pada Jumat, 7 November 2025, fokus utama tertuju pada penanganan para korban dan pengungkapan motif di balik peristiwa tersebut.

Pilihan Editor: Mereka yang Pantang Menyerah dalam Mewujudkan Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional

Ledakan dahsyat tersebut terjadi di lingkungan masjid SMAN 72 Jakarta, saat para siswa, guru, dan sejumlah warga sekitar tengah menjalankan ibadah salat Jumat. Menurut kesaksian beberapa saksi mata, terdengar dua ledakan yang menggemparkan, serta terlihat sebuah kaleng minuman yang telah dimodifikasi dengan sumbu dan sebuah remote kecil. Ledakan kedua kemudian menyusul beberapa menit kemudian, berasal dari area belakang kantin sekolah.

Dugaan kuat mengarah pada keterlibatan seorang pelajar dari sekolah tersebut sebagai dalang di balik insiden ini. Terduga pelaku sendiri mengalami luka serius dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri terus berupaya mengungkap motif di balik tindakan nekat tersebut.

“Kami sedang menggali secara mendalam motif yang mendasari perbuatan yang bersangkutan dalam merakit dan melancarkan aksinya. Semua informasi akan kami sampaikan secara transparan setelah seluruh data, temuan di lapangan, serta hasil penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut terkumpul lengkap,” ujar Listyo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 7 November 2025.

Berikut perkembangan terkini dan informasi terbaru mengenai kondisi korban pada hari kedua setelah peristiwa ledakan tersebut:

Jumlah Korban Terdampak Mencapai 96 Orang

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budhi Hermanto menyampaikan bahwa berdasarkan data per 8 November 2026, total korban akibat ledakan mencapai 96 orang. Dari jumlah tersebut, 29 orang masih menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit. Mereka tersebar di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih (14 orang), RS Yasir (14 orang), dan satu orang di RS Pertamina.

Baca Juga  Tragis! Istri Eks PM Nepal Tewas dalam Kebakaran Rumah Akibat Unjuk Rasa

Sebagian Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta Mengalami Kerusakan Gendang Telinga

Direktur Medis Rumah Sakit Yarsi, Muhammadi, mengungkapkan bahwa beberapa korban ledakan di SMAN 72 Jakarta mengalami pecah gendang telinga. Ia menjelaskan bahwa para korban yang mengalami kondisi tersebut akan menjalani evaluasi medis lebih lanjut untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

“Sejauh yang kami ketahui, ada dua atau tiga pasien yang mengalami kondisi tersebut. Kami akan melakukan evaluasi mendalam untuk menentukan tindakan medis yang tepat,” ungkapnya saat ditemui di RS Yarsi, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 November 2025. Menurutnya, pecah gendang telinga dapat terjadi akibat paparan suara keras secara mendadak.

Adi tidak dapat memastikan apakah robekan pada gendang telinga akan berdampak permanen pada pendengaran korban di masa mendatang. Namun, ia menjelaskan bahwa pasien yang telah menjalani operasi perbaikan gendang telinga umumnya dapat memulihkan pendengaran mereka secara normal. “Biasanya pendengaran dapat kembali normal setelah menjalani prosedur operasi. Kami akan melakukan audiometri terlebih dahulu untuk mengevaluasi kondisi pendengaran pasien,” jelasnya.

Satu Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta Berada dalam Kondisi Kritis

Dari 15 korban ledakan yang dirawat di SMAN 72 Jakarta, satu orang masih dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan intensif. Sementara itu, 14 pasien lainnya dirawat di ruang perawatan dengan kondisi yang stabil.

Pasien yang masih kritis tersebut sebelumnya telah menjalani operasi darurat akibat luka berat pada saluran cerna dan luka bakar yang cukup luas. “Kemarin telah dilakukan tindakan pembedahan emergensi karena adanya trauma pada saluran cerna, dan kemungkinan akan dilakukan operasi lanjutan,” terang Muhammadi.

Baca Juga  Desakan Koalisi Sipil: DPR Harus Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Pemusnahan Amunisi TNI

Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Telah Sadar Setelah Operasi Kepala

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budhi Hermanto menginformasikan bahwa kondisi terduga pelaku ledakan kini telah sadar setelah menjalani operasi di bagian kepala. “Sudah sadar, namun pemulihannya memerlukan waktu karena kondisinya masih cukup berat. Kami akan terus memantau pemulihan fisik dan psikisnya secara bersamaan,” ujar Budhi pada Sabtu, 8 November 2025.

Saat ini, terduga pelaku masih berada di ruang Intensive Care Unit (ICU). Namun, ia tidak memberikan informasi detail mengenai nama rumah sakit tempat terduga pelaku dirawat.

Polisi Melakukan Penggeledahan di Rumah Terduga Pelaku

Budi menjelaskan bahwa polisi menemukan kecocokan antara barang bukti yang ditemukan saat penggeledahan di rumah terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta dengan barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). “Kami menemukan beberapa kecocokan barang bukti di rumah terduga pelaku dengan yang ada di TKP, sehingga memperkuat dugaan keterlibatannya,” kata Budhi.

Salah satu barang bukti yang disita adalah serbuk yang juga ditemukan di TKP di sekolah yang berada di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Namun, Budhi belum dapat memastikan apakah serbuk tersebut identik dengan serbuk yang ditemukan di TKP.

Informasi lebih detail mengenai temuan tersebut akan disampaikan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. “Dalam waktu dekat, Bapak Kapolda akan menyampaikan rilis lengkap dari seluruh satuan kerja terkait,” pungkasnya.

Hammam Izzudin, Jihan Ristiyanti, dan Dinda Shabrina turut berkontribusi dalam penulisan laporan ini

Share :

Baca Juga

Public Safety And Emergencies

TNI AD Musnahkan Amunisi: Kontroversi Warga Sipil di Lokasi

Public Safety And Emergencies

KPK Cegah Perjalanan Kakak Hary Tanoesoedibjo: Ini Penyebabnya

Public Safety And Emergencies

Longsor Banjarnegara: 27 Hilang, Pencarian Intensif Dimulai Besok dengan Alat Berat

Public Safety And Emergencies

Ledakan Pamulang: Fakta Terbaru, Penyebab, dan Dampaknya Bagi Warga

Public Safety And Emergencies

Tragis! Kebakaran Hong Kong Renggut Nyawa 2 WNI, 2 Lainnya Luka-Luka

Public Safety And Emergencies

Trauma Ledakan SMAN 72: Kemendikbud Sediakan Pendampingan Psikologis

Public Safety And Emergencies

DPR Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Sumatera

Public Safety And Emergencies

Pemadaman Listrik Bali Hari Ini: Ubud & Sekitarnya Terkena Dampak