Pandeglang, Warta-Kota.com, Setelah viral di media ini sebelumnya diberitakan soal keluhan hadiah yang diberikan oleh panitia PHBN Kecamatan Labuan kepada pemenang juara ke- 2 umum lomba karnaval pada perayaan hut RI yang ke- 79 di Kecamatan Labuan,
Kini timbul polemik yang sama dari pemenang juara pertama karnaval yang berasal dari Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang Banten.Selasa, 27/8/2024.
Hal itu diungkapkan oleh salah satu warga Desa Teluk pada wartawan saat menceritakan keluhannya, yang secara kebetulan dirinya ikut berperan aktif dalam pelaksanaan perayaan lomba karnaval umum di Kecamatan Labuan.
” Pada dasarnya kami mengikuti perlombaan karnaval umum di Kecamatan Labuan dengan menampilkan beberapa icon miniatur diantaranya Kapal Phinisi dan kendaraan Tank baja adalah merupakan bentuk partisipasi kami selaku warga Desa Teluk pada perayaan hut RI yang ke 79,” ungkap warga Teluk yang enggan ditulis identitasnya.
all
Lebih lanjut ia mengatakan, perihal kekecewaan berupa hadiah yang diberikan oleh panitia, yang menurutnya seolah tidak sepadan dan terkesan kurang menghargai pengorbanan dari warga yang turut meramaikan acara karnaval di Kecamatan Labuan.
” Mbok yang sepadan lah jika mau memberikan hadiah, biar kami semua tidak merasa saling mencurigai ketika anggota yang lainnya tidak percaya bahwa hadiah yang kami terima sebagai juara 1 umum karnaval se-Kecamatan Labuan hanya uang sebesar Rp.200 ribu dan sebuah tropi atau piala dari panitia,” cetusnya pada wartawan.
Ia juga mengatakan, ketika sebuah apresiasi dari panitia yang merupakan bentuk penghargaan sebagai juara umum 1 se- Kecamatan Labuan setidaknya bisa mengobati rasa lelah seharian berpanas- panasan di lapangan saat acara karnaval, juga lelah satu minggu saat mempersiapkan untuk acara kolosal, itu terbayarkan dengan senyuman dari semua anggota dengan bentuk hadiah pemberian dari panitia PHBN.
” Dalam hati kami yang menyaksikan saat membuka amplop yang berisi uang Rp. 200 ribu dari hadiah juara umum 1 karnaval se- Kecamatan Labuan semua merasa kecewa pak. Bagai mana tidak, setelah semua perjuangan yang kami lalui siang dan malam, setidaknya kami merasa puas dengan hadiah dari panitia dan berakhir untuk bisa mengadakan acara bancakan (makan bersama) dengan semua anggota,” imbuhnya.
Kendati demikian, persoalan hadiah yang diberikan oleh panitia PHBN kepada kelompoknya tidak begitu dipersoalkan nya, namun menurutnya hal ini menjadikan sebuah evaluasi kedepanya, jikala nanti saat acara perayaan hut RI selanjutnya menjadikan nya rasa empati untuk mengikuti even karnaval ataupun perlombaan yang lainnya.
” Kita semua tau kang, saat mau perayaan hut RI di Kecamatan Labuan dari dulu semua berpartisipasi dan antusias menyambutnya. Dari lingkup Pendidikan, BUMN, BUMD, Pengusaha, Komunitas, dan lainnya semua pasti menyumbang dan itu ada kepanitiaan yang mengkoordinirnya. Belum lagi dari segi pendaftaraan untuk mengikuti perlombaan gerak jalan umum dan lainnya, yang saya tahu itu satu grup Rp.100 ribu kepada panitia. Sementara di Kecamatan Labuan ini ada ratusan grup yang mendaftar kepada panitia PHBN. Lantas, apakah pantas sekelasnya panitia memberikan apresiasi kepada kami seperti ini, ini jelas sebuah penghinaan kang, tak pantaslah..,” tandasnya.
Sementara itu, dari informasi berita awal yang ditulis oleh awak media, informasi yang diterima dari salah satu sumber mengatakan pihak panitia seperti kebakaran jenggot. Tersiar kabar bahwa ketua panitia mencari- cari sumber informasi yang mencetuskan kepada wartawan, sehingga dengan ganasnya salah seorang dari warga kalanganyar menjadi amukan ketua panitia lewat telepon.
Hingga berita ini dirilis, rencana untuk klarifikasi dari panitia maupun pihak Kecamatan Labuan kepada media ini masih terkendala.
Reporter: yona















