Breaking News

Home / Politics

Jumat, 16 Mei 2025 - 12:52 WIB

Sidang Kasus Harun Masiku: KPK Akui Kesulitan Awasi Pergerakannya

warta-kota.com – , Jakarta – Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Arif Budi Raharjo, mengungkapkan kesulitan timnya dalam mengawasi pergerakan Harun Masiku selama penyelidikan kasus suap Wahyu Setiawan, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), terkait pergantian antar waktu (PAW) DPR periode 2019-2024. Kecepatan dan perubahan pergerakan Harun Masiku menjadi kendala utama.

“Perpindahannya menggunakan transportasi umum membuat tim kewalahan,” ujar Arif saat memberikan kesaksian dalam sidang terdakwa Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Jakarta Pusat, Jumat, 16 Mei 2025. Sifat pergerakan Harun yang dinamis, berpindah-pindah lokasi dan selalu menggunakan taksi, memaksa tim Arif meminta bantuan tim lain untuk pengawasan yang lebih efektif terhadap politikus PDIP tersebut.

Baca Juga  Maria Machado, Tokoh Oposisi Venezuela, Kandidat Kuat Peraih Nobel Perdamaian

Kasus Harun Masiku merupakan salah satu babak panjang dalam sejarah penegakan hukum Indonesia. Mantan calon legislatif dari PDIP ini menjadi buronan sejak awal 2020 terkait dugaan suap kepada Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Meskipun berbagai upaya pencarian telah dilakukan, keberadaannya masih menjadi misteri hingga kini. Berikut kronologi perkembangan kasus ini sejak awal hingga kemunculan foto terbaru Harun Masiku pada Desember 2024.

Kasus bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada 8 Januari 2020. Wahyu diduga menerima suap dari Harun Masiku untuk memuluskan jalannya menggantikan Nazaruddin Kiemas, anggota DPR RI dari PDIP yang telah meninggal dunia.

Baca Juga  Menag Harap Paus Leo XIV Teruskan Deklarasi Toleransi Antaragama Paus Fransiskus

Delapan orang ditangkap dalam operasi tersebut, dan empat di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Harun Masiku. Namun, Harun berhasil lolos sebelum penangkapan. Jejak terakhirnya terdeteksi di sekitar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), namun upaya penangkapan diduga mengalami kendala.

Pilihan Editor: Di Bawah Lindungan Tirtayasa

Share :

Baca Juga

Politics

Sjafrie Sjamsoeddin Jabat Menkopolkam Ad Interim: Ini Pernyataan Lengkapnya!

Politics

Jerome Polin dan Andovi Da Lopez Sampaikan Tuntutan Rakyat di DPR

Politics

Kaesang Ungkap Sosok ‘Bapak J’ yang Jadi Ketua Dewan Pembina PSI

Politics

Survei Ungkap: Kemendikbudristek Ungguli Kinerja Kabinet Prabowo-Gibran

Politics

UU TNI Terbaru: DPR Tunda Unggah, Menunggu Pengundangan Pemerintah

Politics

RUU Penyadapan: Pemerintah dan DPR Lanjutkan Pembahasan Pasca KUHAP

Politics

Prabowo Subianto di KTT Gaza: Harapan Baru untuk Perdamaian?

Politics

Hitungan BNPB, biaya perbaikan kerusakan akibat bencana banjir dan longsor Aceh-Sumatera Rp 51,82 triliun