Pandeglang, warta-kota.com – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Maritim Labuan Kabupaten Pandeglang sebagai lembaga pendidikan kesetaraan menyelenggarakan program akademik dalam bentuk intrakurikuler, ekstrakurikuler, serta kokurikuler yang menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Istilah kokurikuler muncul seiring dengan kebijakan Kemendikdasmen terkait Penerapan Pembelajaran Mendalam pada Kurikulum Merdeka. Konsep ini dirancang agar materi pelajaran tidak hanya dipahami secara teoritis, namun juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

Program kokurikuler ini mulai berjalan setelah PKBM Maritim mengikuti pelatihan Pembelajaran Mendalam dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Banten. Pelatihan Agustus hingga November 2025 diikuti oleh 3 orang PTK, yaitu 1 Kepala Sekolah dan 2 Tutor, yang menjadi landasan untuk menerapkan pembelajaran yang adaptif dengan kebutuhan peserta didik.
Implementasi Pembelajaran Mendalam bukan hanya mengikuti tren, melainkan solusi strategis untuk mengatasi tantangan pendidikan kesetaraan seperti keberagaman usia, latar belakang ekonomi, dan fleksibilitas waktu. Tujuannya adalah memberikan akses pendidikan yang setara dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Secara konsep, kokurikuler adalah kegiatan luar jam pelajaran formal yang menguatkan dan memperdalam materi yang dipelajari di kelas, agar peserta didik memahami konsep teoritis secara lebih konkrit.
Dikonfirmasi pada Minggu (25 Januari 2026), Kepala PKBM Maritim Asep Saeful Milah, S.AP, M.Pd mengatakan bahwa implementasi pembelajaran mendalam dilakukan dengan menyusun Analisis Konteks Pendidikan Kesetaraan, menyelaraskan Visi, Misi, dan Tujuan sekolah yang dituangkan dalam Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP).
“KSP disusun berdasarkan 8 Dimensi Profil Lulusan Pembelajaran Mendalam: Keimanan dan Ketaqwaan, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, dan Komunikasi. Semua menjadi acuan untuk setiap kegiatan pembelajaran termasuk kokurikuler,” jelasnya.
Pada kesempatan terbaru, PKBM Maritim menggelar kegiatan kokurikuler yang mengintegrasikan Mata Pelajaran Ekonomi dan Keterampilan Tata Boga dengan tema “Keterampilan Membuat Pizza”. Dari Ekonomi, peserta didik belajar menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), sedangkan dari Tata Boga mereka diajarkan teknik pembuatan pizza.
Kegiatan ini tidak hanya membuat peserta didik mampu membuat pizza secara teknis, melainkan juga memahami aspek ekonomi usaha kuliner. Mereka diajarkan menganalisis produk makanan yang tren dan bernilai jual, menghitung harga bahan baku, menerapkan penakaran yang akurat, hingga menentukan harga jual berdasarkan perhitungan HPP. Dengan demikian, tujuan pembelajaran kedua mata pelajaran tercapai secara kontekstual dan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi diri dan keluarga.
Produk hasil keterampilan peserta didik juga sering ditampilkan dalam acara tingkat kabupaten, seperti Jambore PAUD dan PNF Se-Kabupaten Pandeglang pada 30 Desember 2025 di Gor Cikupa. Produk unggulan seperti Abon Ikan Tuna, Kue Bolen, Mochi Lava, dan Brownies mendapatkan apresiasi positif, bahkan langsung dicicipi dan dipuji oleh Ibu Bupati Pandeglang.
Kegiatan di PKBM Maritim pun juga telah dimonitor dan dievaluasi oleh R. Karna, SH., M.Si selaku Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dikpora Kab. Pandeglang. Kabid juga menyarankan untuk meningkatkan kegiatan kokurikuler, karena PKBM perlu diperkaya dengan Life Skills serta menguatkan Program Barudak Calakan dengan konsep “One PKBM One Produk” untuk meningkatkan daya saing produk peserta didik. (YNA)
















