Breaking News

Home / Finance

Kamis, 8 Mei 2025 - 21:22 WIB

BI Jelaskan Dampak Tarif Resiprokal AS terhadap Perdagangan Jakarta

warta-kota.com – JAKARTA — Ekonomi Jakarta menghadapi tantangan baru akibat kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS). Kebijakan ini berpotensi memperlambat pertumbuhan ekspor Jakarta ke AS, salah satu pasar utama bagi produk-produk Ibu Kota.

Arlyana Abubakar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jakarta, menjelaskan bahwa tarif 32% yang diterapkan AS berisiko signifikan. Meskipun ekspor Jakarta ke AS tumbuh 93,50% (year-on-year/YoY) hingga Februari 2025, angka ini menunjukkan perlambatan drastis jika dibandingkan pertumbuhan 257,39% YoY pada kuartal sebelumnya.

: API Duga Marak Produk Ilegal jadi Pemicu RI Kena Tarif Resiprokal AS

Komoditas ekspor andalan Jakarta ke AS meliputi alas kaki, ikan dan udang, pakaian jadi, barang rajutan, serta kendaraan dan suku cadangnya.

Walaupun kebijakan Presiden Donald Trump ini berpotensi menghambat ekspor, Arlyana melihat adanya peluang di tengah tantangan tersebut.

Baca Juga  Strategi Jitu Alokasi Portofolio Investasi Anda di Tahun 2025

: : Nike-Adidas Cs Minta Trump Bebaskan Industri Alas Kaki dari Tarif Resiprokal

“Meskipun pengenaan tarif resiprokal berpotensi menahan pertumbuhan ekspor Jakarta, tarif yang lebih rendah dibandingkan negara pesaing membuka peluang untuk mendorong ekspor ke AS,” jelasnya dalam paparan Perkembangan dan Prospek Perekonomian Jakarta di Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2025).

Peluang ini terutama terbuka untuk komoditas alas kaki dan tekstil, mengingat pangsa impornya di AS masih relatif rendah dibandingkan negara kompetitor.

: : BI: Volume Transaksi QRIS Jakarta Kuartal I/2025 Meroket 166%

Di sisi lain, tarif tinggi AS terhadap China (245%) berpotensi memicu peningkatan impor dari China ke Indonesia, khususnya Jakarta. Jakarta selama ini mengalami defisit perdagangan luar negeri, meskipun mengalami penyusutan pada Kuartal I/2025. Namun, pengenaan tarif resiprokal AS terhadap China perlu diwaspadai karena dapat menekan neraca perdagangan Jakarta melalui jalur transmisi perdagangan.

Baca Juga  BI Jatim Ungkap Strategi Ampuh Kendalikan Harga Pangan

China merupakan pemasok utama impor Jakarta, dengan komoditas unggulan seperti mesin, pesawat mekanik, dan peralatan listrik – barang padat modal yang membutuhkan keahlian tinggi.

Oleh karena itu, perlu langkah-langkah strategis untuk mengurangi dampak perang dagang AS-China. Langkah-langkah tersebut antara lain: regulatory reform untuk melindungi UMKM dari barang impor, kampanye Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI), peningkatan kualitas produk dalam negeri, pengembangan sumber daya manusia (human capital), dan pemberian insentif bagi usaha lokal.

Share :

Baca Juga

Finance

IHSG Cetak Rekor 8.394, Transaksi Harian Bursa Mengalami Koreksi

Finance

Insanul Fahmi Ungkap Alasan Jatuh Hati pada Inara Rusli: Bukan Sekadar Bisnis!

Finance

Perang Tarif Mereda: IHSG Berpotensi Tembus 7.100 di Kuartal II 2025

Finance

Liverpool Pecahkan Rekor Transfer: Rp8,9 Triliun untuk Era Baru Arne Slot & Isak

Finance

Wall Street Naik Jelang Rapat The Fed: Tesla & Alphabet Terbang Tinggi

Finance

Kantongi Restu Pemegang Saham, FKS Multi Agro (FISH) Akan Stock Split 1:10

Finance

Harga Buyback Emas Antam Terbaru: Cek Tabel & Pajak 3 November 2025

Finance

Pentingnya Perencanaan Keuangan Matang Sebelum Berpetualang Liburan