Breaking News

Home / Sports

Jumat, 23 Mei 2025 - 02:52 WIB

Son Heung-min Tanpa Medali: Kisah di Balik Kemenangan Dramatis Tottenham di Liga Europa

Tottenham Hotspur dinobatkan sebagai juara Liga Europa 2024/25 setelah mengalahkan Manchester United dengan skor tipis 1-0 di final yang berlangsung di Stadion San Mames, Spanyol, Kamis (22/5) dini hari WIB. Namun, kegembiraan kemenangan tersebut sedikit ternoda karena Son Heung-min, sang kapten, tidak menerima medali juara. Apa penyebabnya?

Son Heung-min, yang telah bermain dalam 10 pertandingan Liga Europa musim ini termasuk final, terlihat tidak mendapatkan medal saat sesi penyerahan penghargaan oleh Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. Beberapa pemain Spurs lainnya juga mengalami hal serupa.

Menurut klarifikasi dari ESPN, UEFA menjelaskan bahwa kejadian ini disebabkan oleh Tottenham Hotspur yang mengirimkan jumlah orang yang melebihi kuota untuk menerima medali di atas panggung.

Baca Juga  Juventus Umumkan Pemecatan Igor Tudor dari Jabatannya

UEFA menambahkan bahwa setiap klub telah diinformasikan bahwa hanya 30 medali yang akan diberikan secara langsung di atas panggung. 20 medali sisanya akan diberikan kepada klub setelah upacara, untuk kemudian didistribusikan kepada pemain dan staf.

Kemenangan ini menandai berakhirnya paceklik gelar juara Tottenham Hotspur selama 17 tahun. Gelar major terakhir mereka adalah Piala Liga Inggris 2007/08, saat itu tim masih diperkuat pemain-pemain seperti Jonathan Woodgate, Dimitar Berbatov, dan Ledley King, serta dilatih oleh Juande Ramos.

Tottenham Hotspur sebelumnya pernah menjuarai Liga Europa (saat masih bernama Piala UEFA) pada musim 1971/72 dan 1983/84. Bagi Son Heung-min, ini merupakan trofi bergengsi pertamanya di level klub, sekaligus menjadikannya kapten asal Korea Selatan pertama yang membawa timnya meraih juara kompetisi Eropa bergengsi.

Baca Juga  Hasil Super League: Bali United kalahkan PSBS Biak 3-0

“Sebut saja saya legenda. Kenapa tidak? Hanya hari ini! Selama 17 tahun tak ada yang melakukannya [mengakhiri paceklik gelar Spurs], jadi hari ini anggaplah para pemain hebat ini sebagai legenda klub,” ujar Son, seperti dikutip dari BBC.

“Ini selalu menjadi impian saya. Dan hari ini menjadi kenyataan. Saya pria paling bahagia di dunia,” tambah pemain berusia 32 tahun tersebut.

Share :

Baca Juga

Sports

Borneo FC Taklukkan Persija 1-0, Meroket ke Lima Besar Liga 1

Sports

Napoli Dekati Scudetto: Takhayul Conte Jadi Perbincangan

Sports

FIFA Sanksi Berat: 7 Pemain Malaysia Diskors, Netizen Bereaksi Keras!

Sports

Timnas U-17: Analisis Mendalam Pengamat Soal Masalah dan Kebiasaan Nova Arianto

Sports

Rahasia Marquez Terungkap: Mantan Pembalap Rossi Bongkar Kelemahan Motor Ducati

Sports

FIFA Resmi Sanksi Dua Pemain Timnas Indonesia dan PSSI, Denda Rp 1,2 Miliar

Sports

Man City Menang, Arsenal Pimpin Klasemen Akhir Liga Inggris!

Sports

Kelleher Tinggalkan Liverpool Usai Juara Liga Inggris? Penjelasan Pelatih Akhirnya Terungkap