
warta-kota.com – Antonio Conte menyerukan kepada para pemainnya untuk berjuang habis-habisan demi mengamankan scudetto. Pelatih berpengalaman ini menyadari betapa beratnya perjuangan Napoli di Liga Italia musim ini.
Napoli masih kokoh di puncak klasemen Liga Italia usai pekan ke-37. Keunggulan satu poin atas Inter Milan tetap mereka pertahankan.
Hasil imbang tanpa gol melawan Parma di laga tandang tak menggoyahkan posisi Partenopei di puncak klasemen.
Di sisi lain, Lazio berhasil menahan imbang Inter Milan dengan skor 2-2 di Stadion Giuseppe Meazza, sebuah hasil yang menguntungkan Napoli.
“Kita harus fokus sepenuhnya. Jangan terlena dengan angka-angka. Para pemain perlu didorong untuk mencapai prestasi yang benar-benar bersejarah,” tegas Conte.
Baca juga: Hasil Lengkap dan Klasemen Liga Italia, Pesta Juara Napoli Tertunda
“Prestasi itu akan datang, mungkin dua tahun kemudian, namun dengan cara yang luar biasa, percayalah,” ujar Conte kepada wartawan, seperti dikutip dari DAZN.
Napoli akan menghadapi Cagliari di laga terakhir Liga Italia di Stadion Diego Armando Maradona pada Jumat (23/5/2025).
Conte, yang dikenal percaya pada takhayul, meminta para penggemar Napoli untuk tidak membawa bendera bernomor empat.
Angka empat melambangkan jumlah gelar juara Liga Italia Napoli, jika mereka berhasil menjadi juara musim ini.
Napoli awalnya bukan favorit juara Serie A 2024-2025. Namun kini, mereka berada di ambang meraih gelar scudetto kedua dalam tiga tahun.
“Kadang orang perlu berpikir jernih dan berkata: ‘Para pemain ini telah memberikan segalanya dan terus berjuang, membuat semua orang kesulitan’.”
Baca juga: Napoli Berencana Rekrut Kevin De Bruyne Sebagai Pemain Gratis
“Itulah yang disebut kejujuran intelektual, bukan hanya mengeluh, ‘Kami sedang menderita.’ Tentu saja kita akan menderita!,” ucap Conte.
“Dua tahun lalu, kita memenangkan Scudetto dengan mudah, dengan tim dan situasi yang berbeda,” lanjut Conte.
“Tidak ada penderitaan. Tahun ini, orang-orang bahkan tak mau sedikit pun merasakan penderitaan. Jika begitu, saya angkat tangan. Ini terlalu berat,” ujarnya sembari tersenyum.
“Tapi saya baru akan menyerah setelah semuanya selesai. Kita harus mencapai garis finis terlebih dahulu. Ayo raih Scudetto!” seru mantan pelatih Juventus, Chelsea, dan Tottenham tersebut.















