Breaking News

Home / Society Culture And History

Kamis, 15 Mei 2025 - 04:22 WIB

Budi Arie Sebut Delapan Tantangan Berat Koperasi Desa Merah Putih

warta-kota.com – , Jakarta – Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi memaparkan delapan tantangan utama dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. Hal ini disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPD pada Rabu, 14 Mei 2025.

Pertama, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peran koperasi, terbukti dari angka keanggotaan yang masih rendah. Ini menunjukkan partisipasi masyarakat yang minim.

Kedua, persepsi negatif terhadap koperasi masih melekat di benak masyarakat, terutama akibat kasus-kasus bermasalah dan maraknya pinjaman online ilegal yang menyamar sebagai koperasi.

Ketiga, keengganan masyarakat untuk menerima adopsi teknologi dalam operasional koperasi. Tantangan keempat berupa disparitas skala ekonomi dan potensi antar desa yang berbeda-beda.

Kelima, keterbatasan pengetahuan dan kredibilitas sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi. Budi Arie menekankan kurangnya pengetahuan dan kredibilitas pengelola sebagai pemicu tingginya pelanggaran di badan koperasi. “Tantangan terberat adalah rendahnya kualitas SDM,” tegasnya.

Baca Juga  Bongkar Paksa Bangunan Atalarik Syah: Kronologi Lengkap Sengketa Tanah

Keenam, potensi elite capture dalam pembentukan dan pengelolaan koperasi. Ketujuh, risiko terjadinya fraud dalam manajemen koperasi. Dan terakhir, tantangan kedelapan adalah keberlanjutan lembaga dan usaha koperasi jangka panjang.

Meskipun menghadapi delapan tantangan tersebut, Budi Arie memastikan telah disiapkan berbagai langkah mitigasi risiko, termasuk meminimalisir potensi kegagalan. “Kita percepat prosesnya, namun operasional harus tetap hati-hati dan mengedepankan prinsip prudent, termasuk menyiapkan mitigasi risiko,” ujarnya, seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Budi Arie menambahkan bahwa upaya mitigasi risiko terus dilakukan dan akan terus ditingkatkan. Mitigasi tersebut meliputi optimalisasi teknologi dalam pemantauan dan evaluasi pasca operasional Koperasi Merah Putih.

Baca Juga  Kejaksaan Agung Sita Rumah Mewah Anak Riza Chalid di Kebayoran Baru

Selain itu, peningkatan kapasitas SDM pengelola koperasi melalui pelatihan dan pendampingan yang terintegrasi dan berkelanjutan juga terus digalakkan. “Saya optimistis, dengan penguatan sistem, masalah fraud dapat diatasi,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan kementeriannya telah berkolaborasi dengan lembaga lain, seperti Kejaksaan Agung, untuk mitigasi potensi fraud atau mismanagement. “Berdasarkan studi kelayakan, Koperasi Desa/Kelurahan ini diproyeksikan menguntungkan,” pungkas Ferry.

Pilihan Editor: Risiko Bisnis Koperasi Desa Merah Putih

Share :

Baca Juga

Society Culture And History

Tragis! Ratusan Santri Tertimpa Saat Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk

Society Culture And History

Sampoerna Gelar Pesta Rakyat 2025: Meriahkan Akhir Tahun!

Society Culture And History

Mike Tyson: Kisah ‘Si Leher Beton’ dari Penjara Menuju Hidayah Sejati

Society Culture And History

Penculikan anak berinisial BR dari Makassar sampai Jambi – Mengapa anak dan masyarakat adat rawan jadi korban eksploitasi?

Society Culture And History

Cuti bersama 2026: Libur Lebaran dan daftar tanggal merah lengkap

Society Culture And History

Mengenang Sirikit: Kisah Hidup Ibu Suri Thailand yang Inspiratif di Usia 93 Tahun

Society Culture And History

Kejutan Konklaf: Tiga Kardinal Terkuat Calon Paus, Sejarah Asap Putih dan Hitam Terungkap

Society Culture And History

Jelajah 10 Destinasi Wisata Buddha Menawan di Libur Panjang Waisak 2025