Breaking News

Home / Finance

Rabu, 14 Mei 2025 - 12:23 WIB

Sentimen Pasar Mendukung: Kenaikan Harga Minyak Terbatas Hingga Akhir Tahun

warta-kota.com JAKARTA. Kenaikan harga minyak dunia, yang sempat melonjak setelah meredanya ketegangan perang dagang, diperkirakan akan tetap terbatas hingga akhir tahun 2025.

Data Trading Economics menunjukkan penguatan harga West Texas Intermediate (WTI) sebesar 5,87% dalam sepekan terakhir, didorong sentimen positif pasar global. Namun, pada Rabu (14/5) pukul 17.27 WIB, harga WTI terkoreksi 1,24%, mencapai US$ 62,87 per barel. Harga minyak mentah Brent juga mengalami peningkatan 5,42% secara mingguan, namun turun 1,12% secara harian menjadi US$ 65,87 per barel.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, mencatat pergerakan harga minyak pekan ini mencerminkan kompleksitas interaksi antara potensi gangguan pasokan akibat sanksi terhadap Iran dan proyeksi peningkatan permintaan seiring pemulihan perdagangan global.

“Kedua faktor ini akan terus memengaruhi pergerakan harga minyak mendatang,” jelas Sutopo kepada Kontan.co.id, Rabu (14/5).

Harga Minyak Reli: WTI dan Brent Ditutup Menguat Lebih dari 2,5%

Baca Juga  Tesla Batasi Gugatan: Hanya Pemegang Saham di Atas 3% yang Bisa Menuntut

Namun, keseimbangan ini juga berpotensi menimbulkan gangguan pada produksi negara-negara penghasil minyak, kekhawatiran perlambatan ekonomi global, pengetatan kebijakan moneter bank sentral, dan reaksi pasar terhadap harga yang berlaku.

“Oleh karena itu, meskipun ada potensi kenaikan, kenaikan tersebut diperkirakan akan terbatas,” imbuh Sutopo.

Laporan American Petroleum Institute (API) pada Rabu (14/5) menunjukkan lonjakan persediaan minyak mentah AS sebesar 4,29 juta barel, jauh melampaui proyeksi pasar dan mengindikasikan melemahnya permintaan minyak di AS.

Sutopo menambahkan, tanpa adanya kepastian tren kenaikan berkelanjutan, arah harga minyak akan bergantung pada berbagai perkembangan yang perlu dipantau ketat, mulai dari dinamika geopolitik hingga kesepakatan perdagangan, data ekonomi, dan strategi produksi global.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyimpulkan bahwa beberapa faktor membatasi tren kenaikan harga minyak, termasuk peningkatan produksi OPEC+, elektrifikasi kendaraan, perlambatan ekonomi, dan ketidakpastian global akibat kebijakan Presiden AS Donald Trump yang dianggap inkonsisten.

Baca Juga  Saham TRUE Disuspensi BEI: Analisis dan Rekomendasi Investasi Terbaru

Lukman memprediksi harga minyak mentah WTI akan berada di kisaran US$ 50,00 – US$ 55,00 per barel hingga akhir 2025, sementara harga minyak mentah Brent di kisaran US$ 53,00 – US$ 58,00 per barel.

Harga Minyak Naik, Pasar Pertimbangkan Perkembangan Perdagangan AS-China

Sutopo mengakui kesulitan dalam memberikan proyeksi tunggal yang pasti. Proyeksi beragam; Goldman Sachs memperkirakan harga WTI sekitar US$ 58,00 per barel dan Brent US$ 62,00 per barel, Trading Economics memperkirakan WTI US$ 70,00 per barel dan Brent US$ 73,00 per barel, sedangkan Long Forecast memproyeksikan Brent mencapai US$ 83,00 per barel.

“Perbedaan proyeksi ini menunjukkan tingginya ketidakpastian di pasar minyak. Oleh karena itu, proyeksi harga sangat bergantung pada perkembangan pasar yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan kondisi ekonomi global,” pungkas Sutopo.

Share :

Baca Juga

Finance

Pegadaian Raup Laba Fantastis Rp 5,6 Triliun Berkat Ekosistem Emas

Finance

Harga Buyback Emas Antam Terbaru: Cek Tabel & Pajak 3 November 2025

Finance

Ancaman Penurunan Eksposur Indonesia di Pasar Global: Saham BEI Terancam Keluar MSCI

Finance

Saham FITT, AMMS, dan PGUN: Gembok Suspensi Dibuka, Analisa Pergerakan Terbaru

Finance

Kantongi Restu Pemegang Saham, FKS Multi Agro (FISH) Akan Stock Split 1:10

Finance

Luhut Buka Suara: Bantah Keterkaitan dengan Toba Pulp Lestari

Finance

GOTO Alihkan Saham Treasury ke Program MESOP: Rekomendasi Analis & Prospeknya

Finance

Insanul Fahmi Ungkap Alasan Jatuh Hati pada Inara Rusli: Bukan Sekadar Bisnis!