Diduga Tidak Sesuai Spektenis-RAB Proyek Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Simpang Nagojor-Jawa Maraja Bahjambi Dikritisi Warga.
Warta-kota.com
Simalungun –SUMUT
Proyek rekonstruksi jalan hotmix simpang Nagojor Kecamatan Tanah Jawa menujuh Nagojor Jawa Maraja Bahjambi Kabupaten Simalungun yang dikerjakan Kontraktor PT. Karya Murni Perkasa dengan Nilai kontrak 11,9 M bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH SAWIT) menuai kritikan tajam dari para warga.
penyebab nya diduga proyek jalan tersebut dikerjakan asal jadi tidak sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
hasil pantaun awak media di lokasi,batu Basecourse yang digunakan diperkirakan hanya 12cm,begitu juga ketebalan aspal sekitar 4- 5cm, jauh dari standart yang seharusnya.
Akibat nya sejumlah warga mengaku kecewa dengan kualitas pekerjaan tersebut. “Jalan ini sangat penting bagi aktivitas kami, tapi kalau dikerjakan asal-asalan seperti ini, pasti akan cepat rusak.sebab kendaraan yang melitasi jalan ini truck truck bermuatan berat,ditambah lagi disekitar lokasi tesebut jika hujan kerap terjadi banjir karna dreinase yang buruk,maka nya jika kualitas aspal tidak sesuai standart dipastikan tidak akan bertahan lama,ucap beberapa warga Simpang Nagojor dengan nada kecewa.
Hal yang sama juga disampaikan B.Sinaga Tokoh masyarakat Tanah Jawa yang dimintai pendapat nya oleh awak media ,Senin (10/12/24) menyoroti soal titik lokasi pengaspalan,kenapa hanya 400 Meter saja yang diaspal dari simpang Nagojor,selebih nya jalan dari pos security afdeling 6 kebun bahjambi menujuh arah benoa sepanjang 5 km justru dibiarkan rusak dan berlobang,apa maksud nya proyek jalan ini.ucap nya.
Selain kualitas pekerjaan yang diragukan,proyek hotmix jalan ini juga tidak transparan,padahal proyek ini menelan anggaran puluhan milyar ,namun manfaat yang dirasakan oleh masyarakat tidak sesuai dengan yang diharapkan,tutur nya.
Daniel Purba dari LSM Advokasi Anggaran juga angkat bicara terkait proyek jalan tersebut dan meminta agar pekerjaan ini diaudit secara menyeluruh oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).sebab anggaran sebesar itu, namun hasil pekerjaan dinilai tidak sesuai standart.
Daniel juga memastikan Jika nanti ada indikasi penyimpangan yang merugikan keuangan negara kami dari LSM Advokasi Anggaran akan melaporkan proyek hotmix jalan tersebut ke aparat penegak hukum,ujar pemred Hunter News Today’s ini.
Lemah nya fungsi pengawasan yang dilakukan konsultan CV.LAURA semakin memperburuk kualitas pekerjaan.masyarakat mendesak agar pemkab Simalungun melalui dinas PUPR dan pihak terkait segera turun kelapangan dan mengevaluasi proyek jalan tersebut.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak kontraktor, PPK dan Konsultan yang mengawasi pekerjaan belum berhasil dikonfirmasi oleh awak media.Red/RG















