Diguyur Hujan, Kades Labuan Dampingi Warganya Sambut Peringatan Maulid Nabi 1446 H
Pandeglang, Warta-Kota.com
Sejumlah warga Kampung Sawah Timur Desa Labuan menggelar acara pawai di jalan raya Jenderal Sudirman Kecamatan Labuan guna memperingati acara Maulid Nabi Muhammad 1446 Hijriah.Minggu, (29/9/2024)
Peringatan Maulid Nabi yang bakal digelar pada 1 Oktober 2024 nanti bertempat di Masjid Jami Haqqul Yaqin, kampung sawah Rw 01 Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Pandeglang, yang sebelumnya telah melakukan berbagai acara kegiatan sosial diantaranya santunan terhadap anak yatim dan jompo, serta melakukan acara sunatan massal.

Pantauan media dilokasi, kegiatan pawai Maulid Nabi yang didampingi oleh Dedi Supriadi selaku Kades Labuan menampilkan arak-arakan diantaranya Marching Band dan seni kuda lumping ciri khas warga lokal, serta gabungan pengemudi becak yang ditumpangi oleh warga setempat sambil melantunkan Sholawat Nabi.
” Hari ini saya selaku Kepala Desa Labuan mendampingi warga melakukan pawai guna menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad 1446 Hijriah, tetap semangat meski cuaca hujan di Kota Labuan,” ujar Kades sambil tersenyum.
Ditambahkan pula, antusias warganya yang telah mensupport guna memperingati acara tahunan ini sangat diapresiasi oleh nya. Kades menuturkan, semoga acara peringatan Maulid Nabi di tahun ini bisa lebih meningkatkan iman dan ketakwaan warganya, serta momentum acara ini menjadikan pemersatu antar warga guna menjalin tali silaturahmi yang kuat.
Sementara itu, Asep Kulit, salah satu warga Labuan mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh warga kampung sawah timur Rw 01, ia mengatakan semoga apa yang dilakukan oleh warga menjadikan salah satu ladang ibadah mereka sebagai implementasi kecintaan terhadap Nabi besar Muhammad Sallallahu Alaihi Wassallam.
” Sangat senang sekali karena ada kearifan lokal yang dipadukan dengan karnaval arak- arakan Maulid, ini salah satu acara yang luar biasa meski saat ini diguyur hujan namun mereka tetap semangat,” ucapnya pada media.
Ia berharap pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan mereka, karena menurutnya dengan adanya perayaan maulid ini marwah kota Pandeglang bisa terpadukan dengan realita yang ada dengan julukan kota sejuta santri seribu ulama.
Masih ditempat yang sama, beberapa anggota seni kuda lumping yang turut mendampingi acara tampak tak sadarkan diri sambil melakukan gerakan
siaga, sesekali sang pawang menyemburkan air yang telah diberi jampi untuk menyadarkan mereka, hingga beberapa angota yang lain terkapar diatas aspal bermandikan hujan deras sore itu di Kota Labuan.
Reporter: yona















