Penulis, Wardesko PonoBatuah
Kamis, 7/5/2026
Warta-kota.com.- Kabupaten Solok Kehilangan Sosok Sekda Pekerja Keras, Medison Kini Mengabdi untuk Dharmasraya, belum satu hari kepergiannya suasana di lingkungan pemerintahan daerah kabupaten solok terlihat berubah dan berbagai cerita timbul di berbagai kalangan,.
Pergantian seorang pejabat dalam birokrasi sering kali dianggap sebagai hal biasa. Namun, ada beberapa figur yang kehadirannya meninggalkan jejak kuat, bukan hanya di meja pemerintahan, tetapi juga di hati banyak orang. Sosok itu tampaknya melekat pada diri Medison, yang hari ini resmi mengemban amanah baru sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya.
Bagi Kabupaten Solok, kepergian Medison bukan sekadar perpindahan jabatan. Ini adalah kehilangan atas figur birokrat yang selama ini dikenal bekerja dalam senyap, tetapi hasil kerjanya terasa nyata di tengah masyarakat. Ia bukan tipe pejabat yang sibuk membangun pencitraan, melainkan sosok yang memilih bekerja dengan ketegasan, komunikasi, dan tanggung jawab.
Di tengah dinamika birokrasi yang sering kali penuh kepentingan, Medison hadir sebagai pribadi yang mampu menjaga keseimbangan. Ia dikenal tegas dalam mengambil keputusan, namun tetap membuka ruang komunikasi dengan siapa pun. Kedekatannya dengan ASN, tokoh masyarakat, hingga kalangan bawah menjadi alasan mengapa dirinya begitu dihormati.
Banyak orang memahami bahwa roda pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kepala daerah semata. Ada peran penting seorang Sekda sebagai penghubung kebijakan, penjaga stabilitas birokrasi, sekaligus penggerak ritme pemerintahan sehari-hari. Dalam posisi itu, Medison dinilai mampu menjalankan perannya dengan baik.
Kini, ketika dirinya melangkah menuju Dharmasraya, masyarakat Kabupaten Solok tentu menyimpan rasa bangga sekaligus khawatir. Bangga karena putra daerah dipercaya mengemban amanah lebih luas. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan yang wajar, apakah akan hadir sosok pengganti yang mampu bekerja dengan dedikasi dan ketulusan yang sama.
Ungkapan bahasa Minang, “Abih maso di kampuang, barlanjuik ka rantau” seolah menjadi gambaran perjalanan pengabdian tersebut. Bahwa seseorang yang telah menuntaskan tugas di kampung halamannya, akan melanjutkan manfaat di tanah lain. Sebab pengabdian sejatinya tidak mengenal batas wilayah.
Momentum ini juga menjadi pengingat bagi Pemerintah Kabupaten Solok bahwa jabatan Sekda bukanlah sekadar posisi administratif. Jabatan itu membutuhkan figur yang mampu menjadi peneduh di tengah birokrasi, jembatan dalam komunikasi, serta penggerak pembangunan daerah dengan hati dan integritas.
Karena pada akhirnya, daerah tidak hanya membutuhkan pejabat pintar. Daerah membutuhkan orang-orang yang mau bekerja keras, memahami rakyat, dan mampu menjaga marwah pemerintahan dengan ketulusan.
Lebih kurang 10 tahun mengabdi di kampung halaman, jasa pengabdian tidak akan hilang dan akan tetap di kenang, hari ini Satu kata dari masyarakat kabupaten solok, terimakasih Bapak Medison















