Pandeglang, warta-kota.com
Dapur SPPG Karisma Labuan 13 secara resmi mulai beroperasi dan mendistribusikan makanan bergizi kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan generasi emas yang sehat dan berkualitas.
Berdasarkan hasil pemetaan terbaru, total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dilayani oleh dapur ini mencapai 2.123 keluarga. Jumlah ini mencakup berbagai kategori, termasuk kelompok B3 (Bumil, Busui, dan Balita) yang berjumlah 381 orang di satu desa lingkup pelayanan.
Persiapan teknis operasional dapur telah dilakukan sejak tanggal 2 April, dan pendistribusian perdana dilaksanakan pada tanggal 3 April. Hingga saat ini, kegiatan penyaluran telah berjalan selama kurang lebih satu minggu dan terus berlangsung secara rutin.
Dapur SPPG Karisma Labuan 13 memiliki tanggung jawab besar dalam menyuplai makanan bergizi ke berbagai satuan pendidikan. Sekolah-sekolah yang menjadi mitra penerima manfaat diantaranya MTS Negeri 2, SD Rancateureup 1, SD Rancateureup 2, berbagai Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berada di wilayah Desa Rancateureup.
Pengelola dapur menyampaikan komitmennya untuk selalu menyediakan makanan yang berkualitas tinggi, sesuai dengan mekanisme, prosedur, dan standar penganggaran yang berlaku. Pihak dapur juga bertekad memenuhi standar gizi dan kualitas yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami berharap program ini dapat mendukung cita-cita Bapak Presiden dalam menciptakan generasi emas. Kami akan melakukan evaluasi setiap hari demi perbaikan kualitas. Kepada seluruh penerima manfaat, kami mengimbau agar jika terdapat hal yang kurang berkenan atau kekurangan, dapat disampaikan secara persuasif kepada kami,” ujar Sandi, tim PIC perwakilan pengelola dapur pada Senin, (13/4/2026).
Kepala Sekolah SD Rancateureup 2, Endang, S.Pd., memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelayanan dan kualitas makanan yang diterima. Menurutnya, distribusi makanan bergizi (MBG) hari ini berjalan baik dengan kedatangan yang lebih awal dibandingkan sebelumnya.
“Penerimaan kami cukup baik, pertama datangnya lebih awal. Kalau kemarin kadang anak-anak kelas 1 sudah pulang duluan, tapi hari ini Alhamdulillah datangnya masih pagi, jadi pas waktu istirahat anak-anak bisa langsung sarapan,” ungkap Kepala Sekolah.
Terkait kualitas menu, Kepsek menilai menu yang disajikan sudah lengkap dan memadai. “Yang tadi saya lihat cukup bagus menunya, ada nasi, buah-buahan, lauk pauk berupa ikan dan ayam, serta sayuran. Lengkaplah posisinya seperti itu,” tambahnya.
Di SD Rancateureup 2 sendiri, total penerima manfaat mencapai 120 orang, yang terdiri dari 108 siswa dan 12 guru serta tenaga pendidik. Pihak sekolah berharap asupan gizi ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan meningkatkan semangat belajar para siswa.
Distribusi untuk kelompok B3 (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita) dikoordinir melalui Posyandu Sekar Arum 2 di Kampung Kalumpang. Ibu Nasirah, selaku Ketua Kader menjelaskan bahwa sebanyak 31 kader terlibat aktif dalam pelayanan ini.
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias, pagi-pagi sudah datang mengambil makanan basah. Kemarin ada usulan dari warga yang menginginkan tambahan makanan ringan dan susu, setelah kami sampaikan ke pihak SPPG, permintaan tersebut kini sudah terpenuhi,” jelas Ibu Nasirah.
Salah satu penerima manfaat, Ibu Fitri yang memiliki balita berusia tiga tahun, juga mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. “Bagus Alhamdulillah, sangat terbantu,” ujarnya singkat.
Diharapkan dengan terus berjalannya operasional Dapur SPPG Karisma Labuan 13 ini, manfaat kesehatan dan gizi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, demi terciptanya sumber daya manusia yang unggul. (@/YNA)















