Jember, 4 April 2026 – Warta-Kota.com
Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Jember pada Jumat (4/4/2026) menyebabkan sejumlah kerusakan di Kecamatan Rambipuji. Peristiwa yang terjadi sejak pukul 13.30 WIB itu mengakibatkan pohon tumbang, menutup akses jalan, serta merusak rumah warga di dua desa.
Di Desa Curahmalang, tepatnya di Dusun Gumuksari, sebuah pohon trembesi berdiameter sekitar 3 meter tumbang ke arah jalan dan sungai di bantaran dam. Akibatnya, akses lalu lintas sempat lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sementara itu, di Desa Rowotamtu, pohon tumbang juga menimpa atap rumah milik seorang warga bernama Hofifah. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada bagian bangunan rumah.
Laporan kejadian diterima pada pukul 15.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti oleh BPBD Kabupaten Jember dengan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi. Tim dibagi menjadi tiga kelompok untuk mempercepat penanganan.
Upaya yang dilakukan meliputi koordinasi lintas instansi, kaji cepat di lokasi, pemotongan pohon tumbang, pengaturan arus lalu lintas, hingga pembersihan rumah warga terdampak. Selain itu, bantuan logistik juga disalurkan kepada warga berupa paket kebersihan, sandang, selimut, matras, serta paket khusus untuk lansia.
Penanganan dilakukan hingga malam hari dan berakhir sekitar pukul 21.50 WIB, saat tim kembali ke markas.
Hingga saat ini, penanganan di Desa Rowotamtu telah selesai sepenuhnya. Akses jalan di Curahmalang juga telah kembali normal setelah dilakukan pemotongan cabang pohon. Namun, proses evakuasi pohon berukuran besar di bantaran dam masih berlangsung dan baru mencapai sekitar 50 persen, terkendala ukuran pohon yang cukup besar.
Petugas lapangan BPBD Jember, Firman Afrianto, menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
“Angin kencang yang terjadi cukup kuat hingga mampu merobohkan pohon berdiameter besar. Kami bergerak cepat untuk memastikan akses jalan kembali normal dan warga terdampak segera ditangani,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan.
“Sinergi antara BPBD, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat sangat membantu dalam mempercepat proses evakuasi dan pembersihan di lapangan,” imbuhnya.
BPBD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya pada musim pancaroba. Warga juga diminta segera melaporkan kejadian serupa agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
(Dang)















