Warta-kota.com
SIMALUNGUN — Keresahan melanda sejumlah kepala sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Simalungun. Mereka mengaku berada dalam situasi tidak nyaman menyusul mencuatnya dugaan adanya tekanan terkait jabatan yang diduga melibatkan seorang oknum kepala bidang (Kabid) di lingkungan Dinas Pendidikan setempat.
Sejumlah sumber yang merupakan kepala sekolah menyampaikan, terdapat dugaan permintaan sejumlah uang agar posisi kepala sekolah tetap dipertahankan. Sementara bagi yang tidak mengindahkan permintaan tersebut, disebut-sebut berpotensi mengalami penurunan jabatan, termasuk mutasi dari kepala SMP ke kepala SD.
Isu tersebut mengemuka ke publik setelah disampaikan oleh Azahari Nasution, pemerhati pendidikan di Kabupaten Simalungun.
Ia mengaku menerima banyak aduan langsung dari para kepala sekolah yang merasa berada di bawah tekanan psikologis dan khawatir kehilangan jabatan.“Kami menerima keluhan dari para kepala sekolah yang merasa tidak tenang dalam bekerja.
Jika benar ada tekanan berkaitan dengan jabatan, ini tentu sangat memprihatinkan dan berpotensi merusak iklim pendidikan,” ujar Azahari saat ditemui di lobi Siantar Hotel,Kamis,(22/1/2025).Menurut Azahari, dunia pendidikan seharusnya dijalankan dengan prinsip profesionalitas dan transparansi, bukan dibayangi oleh isu-isu yang dapat mencederai integritas lembaga.
Ia menilai, dugaan praktik semacam itu jika terbukti tidak hanya melanggar etika birokrasi, tetapi juga dapat berdampak pada menurunnya kualitas kepemimpinan sekolah.Atas dasar itu, Azahari mendorong Bupati Simalungun, H. Anton Saragih, untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.
Ia meminta dilakukan evaluasi menyeluruh di internal Dinas Pendidikan guna memastikan tidak adanya penyalahgunaan kewenangan.Perlu langkah tegas dan objektif agar kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan tetap terjaga.
Jangan sampai para pendidik bekerja dalam rasa takut,” tegasnya.
Sementara itu,hingga berita ini dipublikasikan,Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, F.U. Damanik, belum memberikan keterangan resmi meski telah diupayakan konfirmasi.**Red/tim.















