Jember, 5 Januari 2026 | Warta Kota.com
Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jember menggelar silaturahmi bersama para senior partai, Minggu (4/1/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Mohon Arahan Senior, Ojo Pedhot Oyot” ini berlangsung di Hall Kantor DPC PDI Perjuangan Jember.
Sedikitnya 25 senior partai hadir dan memberikan masukan kepada 21 pengurus baru DPC PDI Perjuangan Jember. Para senior yang hadir dikenal sebagai kader-kader yang hingga kini masih aktif memberikan dukungan dan semangat perjuangan bagi partai.
Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, S.S., dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan silaturahmi ini bertujuan untuk menjaga api perjuangan yang diwariskan oleh Bapak Bangsa, Ir. Soekarno.
Menurut Widarto, meskipun saat ini masyarakat hidup di era digital yang didominasi teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, namun semangat juang dan ideologi tidak bisa digantikan oleh teknologi.
“AI tidak memiliki perasaan, sementara perjuangan membutuhkan rasa,
semangat, dan penanaman ideologi. Oleh karena itu, kehadiran para senior menjadi penting sebagai teladan dalam membesarkan partai,” ujar Widarto yang disambut aplaus para undangan.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini pihaknya berupaya mengombinasikan semangat perjuangan ideologis dengan tantangan era digital demi memperkuat PDI Perjuangan ke depan.
Sementara itu, senior partai Sentot Sutarto yang akrab disapa Om Yongki menyampaikan rasa bangganya atas inisiatif DPC PDI Perjuangan Jember yang menggelar silaturahmi bersama para senior.
Sejumlah tokoh senior yang turut hadir dan memberikan kritik serta saran di antaranya mantan anggota DPRD Jember tiga periode H. Mochamad Asir, anggota legislatif periode 1999–2004 Yayak, mantan Sekretaris DPC Bambang Wahjoe, serta purnawirawan dosen Fakultas Hukum Universitas Jember, Dr. Djayus.
Acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB tersebut ditutup oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto. Dalam pidato penutupnya, Widarto menegaskan bahwa seluruh kritik dan saran dari para senior telah dicatat sebagai bahan evaluasi dan koreksi dalam menjalankan roda organisasi ke depan.
(Dang).














