Breaking News

Home / Sports

Senin, 15 September 2025 - 23:54 WIB

UEFA dan FIFPRO Bersatu: Lindungi Kesehatan Pemain, Mendesak Tindakan Konkret!

warta-kota.com – , JAKARTA — Aleksander Ceferin, Presiden UEFA, bersama David Terrier, Presiden FIFPRO (Serikat Pesepak Bola Dunia), secara tegas menyerukan tindakan konkret untuk melindungi kesehatan para pemain sepak bola profesional. Keduanya menyoroti intensitas jadwal pertandingan yang sudah mencapai batas maksimal dan berpotensi membahayakan kesejahteraan para pemain.

Pernyataan bersama ini muncul sebagai respons terhadap kritik pedas dari pelatih Barcelona, Hansi Flick, terkait penanganan cedera pangkal paha yang dialami oleh Lamine Yamal, pemain timnas Spanyol. Flick mengungkapkan kekecewaannya karena pemain berusia 18 tahun tersebut tetap dimainkan dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 meskipun sudah mengeluhkan rasa sakit, bahkan diberikan obat pereda nyeri agar bisa tetap berpartisipasi.

Situasi serupa juga dialami oleh Paris Saint-Germain. Klub raksasa asal Prancis itu menuduh tim medis timnas Prancis telah mengabaikan rekomendasi yang mereka berikan, setelah Ousmane Dembele dan Desire Doue kembali ke Paris dengan kondisi cedera. Bahkan, serikat pemain Prancis (UNFP) menyalahkan kalender pertandingan internasional yang dianggap terlalu padat dan berisiko terhadap kesehatan pemain.

Baca Juga  Peluang Lolos: Analisis Timnas U-23 Indonesia di Kualifikasi Piala Asia

Dalam pertemuan yang berlangsung pekan lalu di Albania, Ceferin dan Terrier menekankan betapa pentingnya kolaborasi yang erat antara UEFA, federasi nasional, liga, klub, dan serikat pemain. Tujuannya adalah untuk melindungi kesejahteraan para pesepak bola sekaligus menjaga nilai-nilai fundamental sepak bola Eropa.

“Kemitraan kami dengan FIFPRO Eropa merefleksikan tanggung jawab bersama dalam menjaga kesehatan pemain dan memperkuat fondasi permainan,” tegas Ceferin.

Ia menambahkan bahwa sepak bola tim nasional tetap menjadi pilar penting bagi identitas dan persatuan Eropa. Menurut Ceferin, di tengah tuntutan yang semakin meningkat terhadap pemain, kerjasama yang solid dengan federasi, liga, klub, dan pemain sangat krusial untuk mencapai solusi yang seimbang demi masa depan sepak bola yang berkelanjutan.

Baca Juga  UFC Qatar: Rival Sengit Ingin Hancurkan Rekan Khamzat Chimaev!

Terrier menekankan bahwa seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab kolektif untuk bertindak dengan segera.

“Kita semua menyadari bahwa kalender pertandingan sudah mencapai titik jenuh,” ujar Terrier. “Di Eropa, kita beruntung memiliki perangkat dan mitra – termasuk klub, liga, dan federasi – untuk menyusun protokol yang melindungi kesejahteraan pemain, sekaligus memastikan sepak bola tim nasional dan klub terus menginspirasi, menyatukan, dan berkembang.”

Konflik antara klub dan federasi bukanlah hal yang baru. FIFA bahkan telah meluncurkan FIFA Club Protection Programme, sebuah program kompensasi bagi klub yang pemainnya mengalami cedera saat membela tim nasional. Akan tetapi, bagi klub-klub papan atas Eropa, kesehatan pemain jauh lebih utama daripada nilai kompensasi, mengingat mereka harus bersaing di berbagai kompetisi yang ketat.

Share :

Baca Juga

Sports

Marc Marquez ‘Tamu’, Kru Ducati Dilarang Sentuh Motornya di MotoGP Valencia!

Sports

Comeback Dramatis! Persib Bandung Dekati Puncak Klasemen Usai Taklukkan Borneo FC

Sports

PSS Sleman Taklukkan Persija, Persis Solo Berbagi Poin: Rekap Lengkap Liga 1

Sports

Timur Kapadze Resmi Nakhodai Klub Uzbekistan, Navbahor!

Sports

Manchester City Dekati Pemain Berdarah Indonesia: Transfer Fantastis Rp 1,2 Triliun?

Sports

Garuda Muda: Daftar Lengkap 21 Pemain Timnas U-17 untuk Piala Dunia 2025

Sports

Bantahan Keras Bos Honda: Tak Ada Suap Triliunan untuk Marc Marquez

Sports

Timnas U-23 Tertinggal: Korea Selatan Unggul Tipis di Babak Pertama