Breaking News

Home / Sports

Selasa, 19 Agustus 2025 - 17:51 WIB

Bagnaia Hancur Mentalnya Setelah Aksi Marquez, Rossi Prihatin

warta-kota.com Francesco Bagnaia, pembalap Ducati, kembali menghadapi tantangan berat setelah hasil kurang memuaskan di GP Austria.

Musim MotoGP 2025 menghadirkan ujian berat bagi Bagnaia dengan kehadiran Marc Marquez, rekan setimnya yang tampil sangat dominan di tim pabrikan Ducati.

Sebagai pembalap utama Ducati, Bagnaia, 28 tahun, kerap tertinggal di belakang performa impresif Marquez.

Hingga GP Austria di Red Bull Ring, Marquez masih menunjukkan keunggulan signifikan atas Bagnaia, terutama dalam hasil balapan.

Marquez unggul jauh dalam jumlah kemenangan Grand Prix, dengan sembilan kali berdiri di podium tertinggi.

Sementara itu, Bagnaia, murid Valentino Rossi, baru meraih satu kemenangan di GP Americas.

Perbedaan performa ini berdampak signifikan pada klasemen sementara MotoGP 2025.

Marquez, 32 tahun, kokoh di puncak klasemen, meninggalkan Bagnaia di peringkat ketiga dengan 418 poin.

Selisih poin antara kedua pembalap Ducati ini cukup besar, mencapai 197 poin.

Baca Juga  Rivan Nurmulki: Skenario Gila Vietnam Ancam Indonesia di SEA Games 2025?

Dipuji Casey Stoner Sebagai Pembalap yang Lebih Bijaksana, Marc Marquez Dinilai Sulit Dikalahkan Jelang MotoGP Hungaria 2025

Situasi sulit yang dihadapi Bagnaia juga mendapat perhatian dari Luca Cadalora, mantan pelatih Valentino Rossi.

Legenda MotoGP ini menyampaikan empati kepada Bagnaia yang tengah menghadapi tekanan berat.

Serangkaian hasil buruk dan konsistensi finis di belakang Marquez telah menimbulkan tekanan mental bagi pembalap asal Italia ini.

Beban Bagnaia semakin berat karena statusnya sebagai pembalap utama Ducati.

Risiko kehilangan status tersebut semakin nyata jika ia tak mampu mengatasi dominasi Marquez di sisa balapan MotoGP 2025.

Saat Marquez meraih kemenangan di sprint race dan balapan utama GP Austria, Bagnaia justru mengalami nasib sebaliknya.

Ia mengalami masalah teknis dan gagal menyelesaikan sprint race.

Baca Juga  Marc Marquez Tetap Prioritas Utama Honda Meski Gagal Gaet Pembalap MotoGP Top

Pada balapan utama, memulai balapan dari posisi ketiga di depan Marquez, Bagnaia gagal mempertahankan posisinya dan finis di urutan kedelapan.

“Dia adalah acuan di Ducati, dan tiba-tiba Marquez datang, yang membuatnya tersingkir,” kata Cadalora, seperti dikutip dari Motosan.

Cadalora mengingat pengalaman serupa sebagai pembalap utama, menghadapi situasi serupa saat menjadi rekan setim Wayne Rainey di Yamaha pada 1993.

Berbeda dengan Bagnaia, Cadalora mendorong Rainey untuk berkembang, dan Rainey berhasil menjadi runner-up di akhir musim.

Cadalora memahami kesulitan Bagnaia dalam mempertahankan motivasi ketika rekan setimnya tampil jauh lebih baik.

“Mempertahankan motivasi dalam situasi seperti itu tidaklah mudah,” ujar Cadalora.

Dikalahkan Marc Marquez Berulang Kali, Situasi Sulit bagi Francesco Bagnaia Hampir Tak Tertahankan

Share :

Baca Juga

Sports

Liverpool Hancurkan Real Madrid: Aksi Gemilang di Anfield!

Sports

Kronologi Lengkap: Cedera Kepala Putu Panji di Piala Dunia U-17

Sports

Klasemen medali SEA Games 2025 dua hari menjelang penutupan

Sports

Terlibat insiden saat Malut United vs Persib, Yance Sayuri minta maaf ke Marc Klok

Sports

Jersey AC Milan Kembali Tampil dengan Nama Khas Indonesia

Sports

Erick Thohir: IOC Tidak Bekukan, Indonesia Tetap Kirim Atlet!

Sports

Rizky Ridho: Gol Spektakuler dari Bekasi, Calon Pemenang Puskas Award!

Sports

Timnas Indonesia Menang Telak, Pelatih China Dipecat dan Skuadnya Dirombak